Minggu, 26 Mei 2019
Dinasty umayyah Andalusia (jatuhnya Toledo)
Jatuhnya Toledo, Benteng Sentral Andalusia
Kontributor : @dhafin21
Diedit dan diselia oleh @gen.saladin
#TodayinHistory (25 Mei 1085) Toledo (طليطلة) merupakan salah satu kota di Andalusia yang membentang di bagian Timur Kerajaan Badajoz, dari Quriyah dan Trujillo menuju arah timur laut hingga sampai ke Benteng Ayyub dan Santa Maria di timur. Kemudian di bagian barat dayanya terdapat kerajaan Bani Hud di Zaragoza (benteng Andalusia bagian atas).
.
Lalu di bagian selatan ia membentang ke arah barat hingga ke perbatasan kerajaan Cordova. Kemudian di bagian utara ia membentang ke timur hingga ke belakang sungai Tajah dan bertemu dengan perbatasan kerajaan Castille.
Toledo ditaklukkan oleh Thariq bin Ziyad rahimahullah bersama 6000 pasukannya. Yang menarik dari peristiwa penaklukan Toledo adalah strategi yang digunakan oleh Thariq bin Ziyad. Toledo ditaklukkan dengan cara menebarkan propaganda kepada masyarakatnya. Padahal waktu itu pasukan Thariq bin Ziyad jaraknya masih jauh dan memerlukan sekitar beberapa bulan perjalanan untuk sampai di Toledo.
.
Sejak awal, Toledo memiliki posisi yang sangat strategis bagi kedua belah pihak, Islam dan Kristen. Dari sudut kaum muslimin, Toledo memiliki nilai strategis bagi jihad dikarenakan posisinya menjadi pembatas utara di bagian tengah Daulah Islamiyah di Andalusia yang berfungsi untuk menghadapi serangan kerajaan-kerajaan Kristen.
.
Sedangkan bagi pihak Kristen, Toledo dianggap strategis karena Toledo merupakan langkah awal dan wilayah terpenting bagi pihak Kristen untuk menguasai kerajaan-kerajaan Islam Andalusia. Kaum Kristen sadar ketika Toledo sudah dikuasai, maka secara otomatis Cordova, Bardajoz, Granada, dan Sevilla dengan sendirinya juga ikut jatuh. Letak strategis inilah yang juga membuat para Muluk Ath-Thawif saling bertikai.
.
Kejatuhan sebuah kerajaan tentu tidak serta merta terjadi dalam hitungan detik dan mendadak. Sama halnya terkait kejatuhan Toledo. Ada sebab-sebab yang mengakibatkan keruntuhan tersebut terjadi, salah satunya adalah konflik internal yang melemahkan pertahanan kaum muslimin.
.
Sebagaimana sudah disebutkan di atas, posisi Toledo yang strategis selain membawa keuntungan bagi kaum muslimin, di satu sisi juga menjadi bibit konflik di antara kerajaan Islam. Perlu diketahui bahwa Toledo jatuh pada masa Muluk Ath-Thawaif atau masa raja-raja kecil, yang merupakan masa setelah Khilafah Umawiyah menguasai Andalusia (lebih lanjut mengenai sebab runtuhnya Khilafah Umawiyah di Andalusia, baca buku “Bangkit dan Runtuhnya Andalusia karangan DR. Raghib As-Sirjani).
.
Maka, pada masa Muluk Ath-Thawaif, Andalusia terbagi menjadi 7 kawasan utama, salah satunya Toledo yang dipimpin Bani Dzun-Nun.
.
Perebutan wilayah teritorial dan keserakahan menjadi bibit utama konflik di tubuh kaum muslimin. Hal tersebut tercermin dalam konflik Toledo dengan Zaragoza. Al Ma’mun bin Dzu Nun sebagai penguasa Toledo dan Sulaiman Al-Musta’in bin Hud sebagai penguasa Zaragoza, bertikai memperebutkan wilayah yang terbentang dari benteng Ayyub hingga lembah berbatu.
.
Secara De Jure lembah berbatu tersebut masuk ke dalam wilayah Toledo. Namun secara De Facto masyarakatnya lebih condong dan suka kepada Sulaiman. Tentu Sulaiman memanfaatkan kondisi tersebut untuk menebar benih-benih perpecahan di masyarakat agar nantinya mudah dikuasai.
.
Cara tersebut berhasil memecah masyarakat dan Sulaiman mengirim pasukan yang dipimpin anaknya yang bernama Ahmad untuk menguasai lembah terebut. Al Ma’mun merespon tindakan Sulaiman tersebut dengan mengirim pasukan yang ia pimpin sendiri.
.
Pertempuran pun tak terelakkan. Korban berjatuhan dari masing-masing pihak. Namun kemenangan berpihak pada Sulaiman, sedangkan Al Ma’mun berhasil melarikan diri walaupun sempat dikejar oleh Ahmad.
Kekalahan tersebut bukannya membuat Al Ma’mun patah semangat, melainkan semakin mengobarkan semangat balas dendam. Ia meminta bantuan kaum Kristen di bawah Ferdinand I penguasa Castille untuk melawan Sulaiman. Sebagai kompensasi bantuan tersebut Al Ma’mun memberikan upeti yang tinggi kepada Ferdinand I.
.
Rencana balas dendam Al Ma’mun berhasil setelah pasukan berkuda Ferdinand melakukan serangan ke wilayah Sulaiman yang membuat Sulaiman melarikan diri bersama pasukannya. Ternyata Sulaiman mengikuti jejak Al Ma’mun pasca serangan Al Ma’mun yang meminta bantuan kepada Ferdinand untuk membalaskan dendamnya.
.
Tentu saja Ferdinand sangat dengan senang hati membantu. Secara tidak langsung dengan membantu Sulaiman melawan Al Ma’mun, dia makin memperuncing perpecahan di kalangan kaum muslimin.
.
Api permusuhan ini terus berlanjut hingga ke anak-anak mereka yaitu Al Muqtadir Billah di pihak Zaragoza dan Yahya Al Qadir di pihak Toledo. Di zaman mereka inilah kejatuhan Toledo semakin terlihat jelas. Hal tersebut dikarenakan masing-masing pihak meminta bantuan kerajaan Kristen untuk memerangi satu sama lain.
.
Tentu ini menjadi kesempatan emas bagi kaum Kristen untuk menguasai daerah kaum muslimin. Di saat kondisi kaum muslimin sedang lemah dikarenakan adanya konflik internal, pihak Kristen mulai berani menyerang kaum muslimin. Bukannya bersatu untuk melawan serangan Kristen, melainkan hal yang dilakukan kaum muslimin adalah melakukan perjanjian damai dengan pihak Kristen dan tetap melanjutkan konflik sesama muslim.
.
Puncak dari detik-detik kejatuhan Toledo ditandai dengan pemberontakan rakyat Toledo kepada Yahya Al Qadir yang menyebabkan ia melarikan diri. Naiklah Al Mutawakil bin Al Afthas menjadi pemimpin. Namun kepemimpinan Al Mutawakil tidak lama.
.
Al Qadir merebut kembali Toledo dengan bantuan dari Alfonso, yaitu putra Ferdinand. Ternyata bantuan dari Alfonso tersebut ada maksud tersembunyi. Terbukti pada tahun 477 H/1084 M, Alfonso melakukan pengepungan. Rakyat melawan, sedangkan Al Qadir hanya berdiam diri melihat pengepungan tersebut karena ia sudah ‘kongkalikong’ dengan Alfonso. Pengepungan yang berlangsung selama sembilan bulan tersebut membuat rakyat Toledo semakin tertekan.
.
Maka, mereka mengirim delegasi untuk membicarakan perjanjian damai. Namun perjanjian damai tersebut tidak pernah tercapai karena rakyat Toledo sudah tidak memilki apa-apa lagi. Akhirnya pada Shafar 478 H/1085 M, Toledo jatuh ke tangan Alfonso dan menjadi pusat kerajaan Castille.
.
Referensi: "Bangkit dan Runtuhnya Andalusia" karangan DR. Raghib As-Sirjani.
IG : @gen.saladin
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
STASIUN TUNTANG
STASIUN TUNTANG Gemini berkata Senin malam, aku melanjutkan kunjunganku ke beberap...
-
Generasi Shalahuddin @edgarhamas #TodayInHistory situs islamstory.com yang diasuh langsung oleh Dr Raghib Sirjani hari ini memberikan sa...
-
Candi Gedong Songo Magelang, 29 November 2025 Aku dan temanku mengunjungi Kabupaten Semarang. Tepatnya Candi Gedong Songo, tepat di bawah ka...
-
Temanggung Setelah dari Situs Liyangan, aku dan adikku mampir ke Masjid Agung Darussalam Temanggung. Di sana, aku melaksanakan salat Asar, l...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar