Selasa, 31 Maret 2020

Biografi Imam Malik

Imam Malik


Alhamdullilah, sekarang akan dijelasakan biografi tentang Imam Malik yang menjadi panutan orang-orang di Madinah. Imam Malik bagaikan bintang bagi para ulama Hadist, pewaris ilmu Nabi dan penjaga sunan di Madinah. Imam Malik merupakan Imam kedua dari empat imam mahzab yang ditinjau dari segi umur. Beliau lahir 13 tahun setelah Imam Abu Hanifah. Imam malik lahir pada masa pemerintahan Al-Walid abdul Malik dan meninggal pada masa Harun Ar-Rasyid.

Imam Malik berada dikandungan ibunya selama 2 tahun. Imam Malik dilahirkan di Kota Madinah pada tahun 93 H dan wafat pada tahun 173 H. Nama lengkap Beliau ialah Malik ibn Anas ibn Malik ibn Abir Amir ibnu al-haris ibn Ghaiman Ibnu Khutsail ibn Amr ibn Al-Harits al-ashbahi al-humairi Abu Abdillah al-Madani. Beliau adalah keturunan Bangsa Arab Zu ashbah, sebuah dusun di kota Himyar yang merupakan daerah jajahan Negeri Yaman. Ibunya bernama Siti al-’Aliyah binti Syuraik ibn Abd rahman ibn Syuraik al-zadiyah. Imam Malik bin Anas adalah Ahli Madinah dan Amir al-mu’minin fi al-Hdist. Selama belajar, beliau mencukupkan diri dengan para ulama yang datang ke Madinah dan menyebarkan ilmu di Madinah. Beliau dikenal dengan gelar “Imam Darul Hijrah” (Imam Negeri Hijrah) karena selama hidup, Beliau tidak meninggalkan Kota madinah selain Haji dan umrah.

Imam Malik mempunyai seorang ayah dan kakek yang merupakan seorang ulama ahli hadist terpandang di Madinah. Beliau merasa bahwa Madinah merupakan Kota yang penuh dengan ilmu dengan kehadiran ulama-ulama besar, Sehingga semenjak kecil beliau tidak pernah meninggalkan Madinah untuk mecari ilmu. Beliau belajar ilmu hadist dari ayah dan paman-pamannya. Menurut suatu riwayat Imam Malik mempunyai sekitar 700 guru dan 300 diantaranya adalah seorang ulama tabi’n. Iama Malik sangat menghormati hadist, sebelum beliau mebicaraknnya, belaiu akan mandi dulu, memakai wangi-wangian, dan berpenampilan rapi. Diusianya yang terbilang masih muda Imam Malik telah sanggup menguasai berbagai disiplin ilmu. Kecintaanya tehadap ilmu membuat Imam Malik mencurahkan seluruh hidupnya untuk mencari ilmu.

Dalam meriwayatkan sebuah hadist, imam malik sangat berhati-hati. Imam Malik tidak meriwayatkan hadist kecuali dari orang yang bisa dipercaya dan orang-orang sudah dikenalnnyadengan periwayatnya bahwa dia adalah ahli hadist. Imam malik pernah berkata,“Tidak akan diterima ilmu yang berasal dari empat orang, yaitu orang yang suka menumpahkan darah dan dia merasa bangga dengan tindakannya itu, meskipun banyak orang yang meriwayatkan darinya; orang yang berlaku bid'ah dan mengajak kepada orang lain; dari orang yang mendustakan hadits kepada orang-orang; dan dari orang yang saleh yang banyak melakukan ibadah dan mempunyai kehormatan, namun dia tidak hafal terhadap hadits yang dibicarakan."

Imam Malik pernah berguru dengan para ulama terkenal di masanya. Seperti Ibnu Syihab al-yuhri, Abu Zinad, dan ulama terkenal lainnya. Beliau sendiri juga berguru kepada ulama ahli hadist diantaranya Imam Nafi’, Said al-Maqburi, Ibnu al-Mukandir, Abdullah bin Dinar, dan sederet ulama besar lainnya. Beliau sangat bersemangat dalam mengajarkan ilmu agama kepada kaum muslimin. Bahkan Khlifah al-Mansur,al-Mahdi, Harun Ar-Rasyid, dan al-Makmun pernah berguru pada beliau.

   
   Imam Malik sebagai seorang ulama besar ahli hadist dan fikih mempunyai murid yang sangat banyak. Diantara murid beliau adalah Asy-Syaibani, Imam Syafi’I, Yahya ibn Yahya al-Andalusi, Abdurrahman Ibn Kasi, Asad al-furat at-Tunisi, ibnu Rusyd, Abu Muhammad Abdullah ibn Zaid, Ahmad ad-Darbi, dan Ibnu al-Mubarak.

   Beliau meniggalkan khazanah keilmuwan yang ditulis dalam bentuk kitab-kitab yang dikrangnya maupun yang ditulis oleh murid-muridnya. Kitab yang dikarang oleh Imam Malik yaitu:

1. Kitab al Muwaththa’ yang berisi tenatng hadist-hadist Nabi
2. Kitab al-Mudawwanah al-kubro merupakan kitab yang memuat pendapat-pendapat Imam Malik mengenai hukum Islam.

   Pendapat-pendapat Imam Malik yang ditulis oleh murid-murid beliau diantaranya:

1. Matan al-Risalah fi al-Fiah al-Malik, oleh Abdul Muhammad Abdullah ibn Zaid.
2. Bidayatul al-Mujtahid Wanihayah al-Muqtashid, oleh ibn Rusyd.
3. Syarah al-Shaghir dan Syarh al-Kabir al-Barakah Sa’du, oleh Ahmad ad-Darbi.
4. Bulughah al-Salit li Aqrab al-Masalik, oleh Imam Ahmad as-Sawi.

Minggu, 29 Maret 2020

Biografi Singkat Imam Hanafi

Abu Hanifah

Imam Abu Hanifah, Siapa yang tak kenal dengan Beliau. Beliau adalah imam mazhab Hanafiyah yang terkenal dengan “al-imamal-a’dzam” yang artinya imam besar. Imam Abu Hanifah lahir di Kuffah pada tahun 696 M. Nama lengkap Beliau adalah Abu Hanifah Nu’man Ibn Tsabit. Imam Abu Hanifah merupakan keturunan Perisa. Kakek beliau bernama Zhuty merupakan seorang tawanan perang dari Persia. Ada beberapa versi mengenai penamaan Abu Hanifah. Pertama gelar Abu Hanifah diberikan kepada Nu’man ibnu Tsabit karena beliau seorang yang bersungguh-sungguh dalam berdo’a. Ada yang mengatakan sebab penamaan Hanifah karena beliau selalu membawa tinta yang disebut Hanifah dalam bahasa Irak. Ada juga yang mengatakan, bahwa nama Hanifah diambil dari salah satu putranya yang bernama Hanifah.

    Abu Hanifah berperawakan sedang, postur tubuh ideal, berkulit sawo matang, berwajah tampan, berwibawa, dan  berpakaian rapi.

Imam Abu Hanifah adalah seorang Tabi’in yang hidup di masa dua daulah besar yaitu Daulah Umayyah dan Daulah Abbasiyah.Beliau sempat berguru dengan tujuh sahabat Nabi Muhammad Salallahu’llaihi Wassallam. yaitu Umar bin Khatab, Ali bin Abu Thalib, Ibnu Mas’ud, Abdillah bin Abbas, Abu Hurairah, Abu Qatadah, dan ibnu Umar. Abu Hanifah telah lulus ujian yang berat, menderita, dan sakit di dalam penjara pada masa khalifah Al-Mansur hingga akhirnya Beliau wafat diracun dihadapannya.

Sejak muda Imam Abu Hanifah sudah menunjukan kecintaan terhadap ilmu pengetahuan, terutama ilmu yang berkaitan dengan hukum islam. Pada awalnya Beliau belajar sastra Arab, namun Beliau meninggalkan ilmu tersebut karena ilmu tersebut tidak banyak menggunakan akal pikiran. Akhirnya Beliau belajar ilmu fikih yang lebih banyak menggunakan akal pikiran. Abu Hanifah terkenal dengan kecerdasan, dan kesunguhan dalam belajar yang mengantarkan Beliau menjadi seorang ulama besar. Keilmuan beliau telah diakui oleh Imam Hamad ibn Abi Sulaiman yang sering mempercayakan tugas kepada Imam Abu Hanifah untuk memberi fatwa dan pelajaran fiqih di hadapan murid-muridnya.

  Setelah beliau menjadi seorang ulama besar dan terkenal di sekitar timur tengah pada umumnya, maka beliau diberi gelar imam Abu Hanifah. Setelah ijtihad dan buah pemikiran beliau tentang hukum-hukum keagamaan diakui serta diikuti oleh banyak orang dengan sebutan “Mazhab Imam Hanafi”. Mazhab Hanafi banyak dianut pada masa Abbasiyah dan Turki Utsmani. Adapun sekarang dianut di wilayah Yordania, Lebanon, Pakistan, Suriah, Turki, Uni Emirat Arab, Bangladesh, Mesir, India, dan Irak, dan Afghanistan.

   Setelah terkenal dalam ilmu fikih banyak penuntut ilmu yang berguru kepada Beliau. Diantara murid-muridnya yang terkenal adalah Imam Abu Yusuf ibn Ibrahim al Anshari, Imam Muhammad ibn Hassan ibn Furqan asy-Saibani, Imam Zufar ibn Qais al-Kahfi, dan Imam Hasan ibn Ziyad al-luluy.

   Imam Abu Hanifah meniggal pada tahun 767 M pada usia 70 tahun. Jenazah beliau dishalatkan sampai enam kali diikuti oleh ribuan jamaah. Shalat jenazah ini pun dilaksankanan samapai hari ke dua puluh . Beliau meninggal dengan mewariskan ide dan pemikiran beliau yang dituangka melalui karya-karya yang ditulis sendiri, tetapi kebanyakan fatwanya dihimpun dan ditulis oleh murid-muridnya. Kitab-kitab yang ditulis beliau antara lain:

1. Al-faraid yang membicarakan masalah waris dan segala ketentuan menurut hukum islam.
2. Al-Syurt membahas perjanjian.
3. Al-fikih Al-Akhbar membahas tentang Teologi.

   Adapun kitab yang ditulis oleh murid-muridnya yaitu:

1. Tingkat al-Masa’il al-Ushul(masalah-masalah pokok) yang berisi masalah-masalah yang diriwayatkan dari Abu Hanifah.
2. Tingkat al-Masa’il an-Nawadhir(masalah-masalah langka) berisi tentang masalah-masalah fikih yang diriwayatkan dari Abu Hanifah dan sahabat-sahabatnya.
3.  Tingkat al-Fatwa wa al-Waqi’at(Fatwa-fatwa dan peristiwa-peristiwa) berisi kumpulan pendapat sahabat-sahabat dan muri-murid Imam Abu Hanifah.

Jumat, 20 Maret 2020

Perang Yarmouk Khalid bin Waleed

The Incredible Yarmouk  #TodayinHistory 7 tahun sebelum Yarmuk, Khalid bin Walid bersama 3000 tentara Muslimin pulang dengan membawa kabar wafatnya Zaid bin Haritsah, Abdullah bin Rawahah dan Ja'far bin Abi Thalib. Ketiganya syahid dalam pertempuran Mu'tah melawan Kekaisaran Romawi. Madinah berduka, pedih dan sedih.  Di Madinah, Khalid mendapatkan pukulan mental yang telak. Ia merasa gagal —walaupun sebenarnya ia tidak kalah— mempersembahkan kemenangan untuk Allah dan Rasul-Nya. Bahkan dalam beberapa riwayat, Khalid sampai dicecar beberapa anak-anak kecil Madinah karena Kaum Muslimin kehilangan 3 panglima besarnya.  Namun saksikanlah, 7 tahun setelah serinya pertempuran Kaum Muslimin versus Romawi di Mu'tah, Kaum Muslimin sudah berkumpul di sebuah wilayah terpenting jajahan Romawi Timur. Di daerah Yarmuk, 36 ribu mujahid berpanglimakan Khalid bin Walid, melawan tentara paling canggih di muka bumi kala itu.  Pertempuran berlangsung 6 hari lamanya, sejak 14 sampai 20 Agustus tahun 636 Masehi. Tentara Romawi menyiapkan amunisi terkuatnya. Beginilah komposisi mereka : Tentara Armenia dipimpin King Fahn, lalu tentara Bangsa Slavia, Tentara Arab Nasrani dari Bani Ghassan, dan detasemen pasukan dari beberapa negeri Eropa. Hebat bukan main!  Namun walau demikian, mereka tidak memiliki ilmu yang cukup untuk menghadapi pasukan Muslimin. Mengapa?  Karena Kaum Muslimin adalah rival baru yang taktik pertempurannya berbeda jauh dari taktik pertempuran ala Bangsa Eropa. Beberapa hari lamanya kedua pasukan hanya saling mengawasi, tidak menyerang satu sama lain untuk saling mempelajari gaya tempur musuhnya.  Khalid bin Walid memiliki taktik mengecoh musuh dengan cara membolak balik posisi pasukan. Yang hari pertama di kanan, esoknya di kiri. Yang tadinya di depan ditaruh dibelakang. Taktik ini membuat intelijen Romawi menyimpulkan bahwa Kaum Muslimin mendapatkan suplai tambahan pasukan setiap hari. Khalid emang jenius!  Hingga kini, terlalu banyak sejarawan yang menyimpulkan bahwa Pertempuran Yarmuk adalah peristiwa penting di muka bumi yang sangat menentukan akhir Kekaisaran Romawi Timur. Kemenangan Kaum Muslimin memberikan pukulan telak untuk seluruh Eropa, sehingga setelah itu Romawi kehilangan taringnya di Syam. . Referensi : 1. Ayyamun Laa Tunsa, Tamir Badr 2. Al-Waqidi, Abu Abdullah Muhammad Ibn Umar (8th century), Futuh al Sham 3. Muhammad ibn Jarir al-Tabari (915), History of the Prophets and Kings

Wafatnya Salahudn Al-Ayyubi

Detik-detik Wafatnya Sang Pembebas Al Aqsha

Gen Saladin | @gen.saladin | t.me/gensaladin

Suatu hari ketika hujan, lelaki gagah yang langkahnya telah menapak ribuan kilo berjihad itu sedang mengunjungi para kafilah haji. Udara sedang tak menentu kala itu. Ketika ia kembali ke kediamannya bersama para Ulama dan menteri, saat itu udara sedang dingin dan lembab sehingga membuat jasadnya yang telah menua jatuh sakit.

Awalnya ia tak merasa terlalu parah. Namun setiap hari, keadaan sang Shalahuddin Al Ayyubi semakin memburuk. Imam Al Imad, salah seorang penasihatnya menyebutkan, "saat itu aku bersama Shalahuddin tatkala beliau sakit. Demi Allah setiap kali Shalahuddin bertambah sakitnya, kepercayaannya pada rahmat Allah semakin bertambah."

Sudah berhari-hari beliau tak jua mampu ke masjid lagi, tapi beliau bersikeras tetap kuat ingin shalat berjamaah. Puncak sakitnya, adalah di hari kesembilan sejak jatuh menggigil, Shalahuddin mulai tak sadarkan diri. Syaikh Ja'far menyebutkan, "ketika aku membaca Al Qur'an di samping Shalahuddin, kemudian aku membaca ayat...
.
هُوَ ٱللَّهُ ٱلَّذِي لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَۖ عَٰلِمُ ٱلۡغَيۡبِ وَٱلشَّهَٰدَةِۖ هُوَ ٱلرَّحۡمَٰنُ ٱلرَّحِيمُ
.
Dialah Allah tidak ada tuhan selain Dia. Yang Mengetahui yang gaib dan yang nyata, Dialah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. (Al-Hashr, 22)

Shalahuddin menjawab "shahih."

Syaikh Ja'far kembali menuturkan, "aku membaca Al Qur'an 3 hari berturut-turut sejak Shalahuddin sakit. Dan ketika hari wafatnya, aku sampai pada ayat ini "Laa ilaha illaa huwa ilaihi tawakal tu" wajah Shalahuddin bercaya dan kemudian ia mengucapkan syahadat.

Ibnu Syaddad berkata, "inilah bencana terbesar yang menimpa Kaum Muslimin sejak hancurnya Khulafaur Rasyidin. Seringkali aku mendengar pepatah yang mengatakan 'ku harap aku dapat mati menggantikan dirinya' aku kira itu hanya perumpamaan, namun aku mengerti arti kalimat itu ketika Shalahuddin wafat. Ku harap aku dapat menggantikan Shalahuddin.

Shalahuddin hanya meninggalkan 1 dinar 47 dirham. Beberapa jubah perang dan seekor kuda.
.
Bahkan keluarga Shalahuddin harus meminjam uang demi bisa mengurus jenazah beliau. Beliau wafat saat fajar, dan orang-orang memakamkannya pada waktu zuhur. Banyak orang tak percaya mendengar kabar ini, dan ketika melihat jenazah Shalahuddin mereka pingsan.
.
Qadhi Fadhil memberi fatwa, bahwa Shalahuddin harus dimakamkan dengan pedangnya, dan di batu nisannya, para Ulama menulis karena dia adalah orang yang membebaskan Palestina, membuka kastil dan benteng-benteng orang Kristen, "Ya Allah, sebagai kemenangan terakhirnya, bukakanlah untuknya pintu surga."
.
Disarikan dari ceramah Syaikh Zahir Mahmud, Ulama Eropa.

Hari terakhir kekhalifahan Utsmaniyah

Hari-hari Terakhir "The Last Khalifah" Abdümecid II di Istanbul.
.
Kontributor : @farruq_1453 | @hamidiye_1453
Gen Saladin | @gen.saladin | t.me/gensaladin

Pada tengah malam yang suntuk dan gelap di Kota Istanbul, ada secercah cahaya yang memancar dari suatu ruangan di Istana Dolmabahçe. Seseorang sedang duduk dan membaca Al Qur'an dengan sangat tenang dan hikmat, sambil merenungkan keadaan nasib rakyat dan umatnya. Ternyata orang yang membaca Al Qur'an itu adalah Khalifah Abdümecid Han II, dia adalah pemimpin ke-37 sekaligus terakhir Turki Utsmani dan juga Khalifah Islam ke-116 sekaligus terakhir.
.
Dua tahun sebelumnya, sepupunya Sultan Muhammad Vahdettin VI telah diasingkan ke Malta, Italia (di mana kemudian ia wafat dalam kedaaan kelaparan disana) saat itu Kekhalifahan Utsmaniyah yang Agung telah ditekan oleh Majelis Nasional Agung Turki yang berada di bawah pimpinan Mustafa Kemal Atatürk. Kekuatan nasionalis dan sekuler Turki pada akhirnya membawa Kekhalifahan Utsmaniyah pada akhir sejarah panjang masa keemasannya, pada awalnya Kaum Sekuler ragu bisa menghapuskan institusi kekhalifahan Islam secara langsung, karena mereka khawatir akan terjadi reaksi besar yang dilakukan Umat Islam.
.
Untuk memuluskan rencananya kaum Nasionalis/Republik dan sekuler memulai kampanye anti Kekhalifahan, mereka melakukannya dengan cara kekerasan dan intimidasi untuk memastikan bahwa semua orang yang mendukung Khalifah telah disingkirkan. Akhirnya, pada tengah malam hari 3 Maret 1924, mereka memulai langkah buruknya untuk mengusir Khalifah beserta keluarganya. Malam itu 1 Batalyon Tentara Republik dikerahkan untuk mengepung Istana Dolmahbaçe dari segala arah. Setelah seluruh Istana terkepung sekelompok tentara Republik memasuki Istana Dolmahbaçe dan mencari keberadaan Khalifah Abdülmecid Han II. Ketika mereka tau akan keberadaan Khalifah yang berada di Perpustakaan, mereka pun segera menuju kesana, sesampainya didepan pintu perpustakaan, mereka mendobrak pintu perpustakaan Istana Dolmabahçe.
.
Khalifah pun bergeming atas kejadian itu dan terus melanjutkan bacaan ayat ayat suci Al-Qur'an. Awalnya sekelompok Tentara Republik terkejut oleh pemandangan Khalifah yang sedang membaca Al-Qur'an, tapi mereka tetap memaksa dirinya untuk membacakan proklamasi dari Majelis Nasional Agung Turki, yang salah satu isinya adalah, bahwa Institusi Pemerintahan Kekhalifahan telah berakhir dan dihapuskan, serta Khalifah beserta semua keluarganya harus keluar dari Istana tanpa membawa harta benda dari Istana. Dll.
.
Awalnya Khalifah menolak untuk meninggalkan Istana dan Kota Istanbul, tapi para pengawal setianya khawatir bahwa khalifah beserta semua keluarganya akan dibunuh oleh tentara pendukung Republik yang sekarang sudah mengepung Istana Dolmabahçe, Setelah menimbang beberapa pilihan. dengan berat hati Khalifah bersama 37 anggota keluarganya segera mengemas beberapa pakaian dan pergi menuju tempat pengasingan.
.
Menjelang waktu Subuh, Khalifah bersama keluarganya dibawa ke stasiun Kereta Api Istanbul, di mana kemudian ia dan keluarganya akan ditempatkan di Kereta Orient Express untuk menuju Swiss. Pihak Republik memberikan Amplop berisi £ 2000 kepada Khalifah yang meninggalkan seluruh harta Istana yang penuh berlian, zamrud dan emas. Setelah itu kepala stasiun bergegas membawa Khalifah dan keluarganya ke rumah yang kecil di sebelah stasiun kereta api untuk melindungi mereka dari dinginnya malam. Akhirnya kereta itu pun tiba, kereta yang akan mengantarkan Khalifah bersama 37 Anggota Keluarganya dalam perjalanan yang sangat menyedihkan itu.
.
Keesokan harinya di saat umat islam terbangun di pagi hari dan mendengar berita yang sulit untuk mereka percayai sebelumnya bahwa khilafah telah dihapuskan dan disaat itu juga Umat Islam seperti anak ayam yang kehilangan induknya. Sebagian Umat Islam pun kembali bergerak dan melakukan protes, demonstrasi dan pemberontakan terhadap pihak Republik diberbagai tempat, kerusuhan pun pecah dan terjadi dimana mana, tapi tentara Republik segera menghadapi semuanya dengan keras.
.
Khalifah Abdümecid Han lI menghabiskan hari harinya terakhir dalam hidupnya di Kota Paris, Prancis, dimana Abdülmecid II wafat disana pada tahun 1944. Selama pendudukan Pasukan Nazi di Prancis. Tidak pernah ada seorang Khalifah yang dikubur di tanah Non-Muslim, jasad Abdülmecid II pun akhirnya diangkut dengan menggunakan kapal perang Nazi (sumber : Son Islam Halifesi) dan dimakamkan di Jannah Al-Baqi pemakaman Madinah Al-Munawarah. Dengan wafatnya sang khalifah maka disitu jugalah berakhirnya kesatuan politik dan spiritual di seluruh negeri negeri muslim. 96 tahun umat Islam tanpa Khilafah.

Rabu, 18 Maret 2020

Sejarah Bani Abbasiyah


Bani Abbasiyah




   Bani Abbasiyah merupakan kekhalifahan kedua setelah Bani Umayyah. Bani Abbasiyah didirikan oleh Abu al-Abbas Abdullah bin Muhammad as-Saffah. Pemerintahan Bani Abbasiyah Berkuasa selama 5 abad dari rahun 750-125 M. Pada mulanya pusat pemerintahan berada di Kufah lalu di pindah ke Hira lalu ke Anbat dan akhirnya ke Bagdhad. Kota Baghdad didirikan Oleh Khalifah Ja’far Al-Mansur dan di arsiteki oleh Hajajj bin art dan Amron bin Waddah. Disain kota ini berbentuk bulat dengan pusat pemerintahan berada di tenga-tengah kota yang dikelilingi tembok.

    Wilayah kekuasan islam pada masa Abbasiyah meliputi Hijaz, Jazirah Arab, Afrika Utara, seabagian Turki China, India, Cicilia Kukasus dan lain-lain. Khalifah Al-Manshur berusaha kembali untuk meklukan kembali daerah-daerah yang sebelumnya membebaskan diri dari pemerintahn pusat, dan memperkuat perahanan keamanan di daerah perbatasan

Bani Abbasiyah dibagi menjadi 5 periode yang didasarkan pada kondisi politik pemerintahan, yaitu:


1. Periode Pertama (750-847 M)

      Pada periode ini pengaruh Persia sangat kuat dalam Dulah Abbasiyah ditandai dengan masuknya keluarga Barmak di dalam pemerintahan. Masa keemasan terjadi pada periode ini, ketika pemerintahan Harun Ar-Rasyid. Pada masa Khalifah Harun Ar-Rasyid dibangun baitul hikmah sebagai pusat ilmu pengetahuan. Perbaikan dalam bidang ekonomi dilakukan oleh Khalifah Al-Mahdi dengan cara memperbaiki saluran irigasi untuk meningkatkan hasil peosduksi pertanian, seperti gandum, beras, zaitun, dan kurma. Pada masa ini pula dibangun jaringan pos antara Irak dan Hijaz. Adapun yang menjadi Khalifah pada periode ini adalah Abu al-Abbas Abdullah bin Muhammad as-Saffah (721-754), khalifah Abu Ja'far al-Manshur (750-775), Al-Mahdi (775-785), Musa al-Hadi (785-786), Harun ar-Rasyid (786-809), Abu Musa Muhammad Al-Mahdi(809-813), Abu Ja’far abdullah Al-Ma’mun(812-833), Abu Ishaq Muhammad Al-Mu’tashim(833-842), Abu Ja’far Harun Al-Wastiq(842-847).


2. Periode kedua (847-945 M)

Pada masa ini Bangsa Turki mulai mendominasi pemerintahan Bani Abbasiyah. Mereka memilih dan menentukan siapa yang akan diangkat menjadi khalifah. Dengan demikian kekuasan tidak lagi ditangan Bani Abbas, Meskipun mereka tetap menajadi Khalifah. Masa ini merupkan titik awal kemunduran Bani Abbasiyah. Khalifah pada periode ini adalah Al-Mutawakkil(847-861), Al-Munthasir(861-862), Al-Musta’in(862-866), Al-Mu’taz(866-869), Al-Muhtadi(869-870), Al-Mu’tamid(870-892), Al-Mu’tadid(892-902), Al-Muktafi(902-908), Al-Muqtadir(908-932), Al-Qahir(932-934), Ar-Radi(934-941), Al-Muttaqi(941-945), dan Al-Mustaqi(945-946).


3. Periode ketiga(945-1055 M)

Abbasiyah pada masa ini di bawah kekuasaan Bani Buwaihi. Khalifah posisinya makin melemah karena Buwaihi penganut syi’ah sedangkan Bani Abbasiyah penganut sunni. Khalifah hanya seperti pegawai yang dibeari gaji. Baghdad pada periode ini tidak lagi menjadi pusat pemerintahan islam karena telah pindah ke Syirazi. Meskipun demikian, dalam bidang ilmu pengetahuan Abbasiyah terus mengalami kemajuan di periode ini. Di masa inilah muncul pemikir-pemikir besar seperti al-Farabi, Ibn Sina, Ibn Maskawaih, dan kelompok studi Ikhwan as-Safa. Bidang ekonomi, pertanian, dan perdagangan juga mengalami kemajuan. Kemajuan ini juga diikuti dengan pembangunan masjid dan rumah sakit. Pada masa Buwaih berkuasa di Baghdad, telah terjadi beberapa kali kerusuhan aliran ahlusunnah dan syi'ah, pemberontakan tentara, dan sebagainya. Khalifah yang menjabat pada masa ini adalah Al-Mu’ti(945-973), At-Thai(973-991), Al-Qadir(991-1031), dan Al-Qoim(1031-1075).


4. Periode keempat(1055-1119 M)

Priode ini ditandai dengan masuknya Bani Saljuk dalam pemerintahan Bani Abbsiyah karena telah mengalahkan Bani Buwaihi. Keadaan Khalifah mulai memabaik dan kewibaan dibidang agama mulai kembali setelah sekian lama dikuasi oleh Syi’ah. Sebagai mana periode sebelumnya, ilmu pengetahuan juga berkembang pada periode ini. Ditandai dengan dibangunnya madrasah Nizamiyah di Irak dan Khurasan dan Madrasah Hanafiyah di Bagdhad oleh prdana menteri Nidzam al-Mulk. Madrasah ini melahirkan tokoh-tokoh cendekiawan seperti Al-Ghazali, Zhamaksari, dan Umar Khayyam. Di bidang Politik, Bagdhad tidak lagi menjadi pusat kekuasan. Mereka membagi wilayah Bani Abbasiyah menjadi beberapa provinsi. Pada masa kekuasan Bani Abbasiyah melemah wilayah-wilayah tersebut memerdekakan diri. Khalifah yang memimpi pada periode ini adalah Al-Mqtadi(1075-1094), Al-Mustadzir(1094-1118), Al-Mustarsyid(1118-1136), Ar-Rasyid(1135-1136), dan Al-Muqtafi(1136-1160).


5. Periode kelima(1199-1258 M)

    Pada masa periode kelima khalifah bebas dari pengaruh siapapun. Akan tetapi, wilayah kekauasaan hanya tinggal Baghdad dan sekitarnya. Pada tahn 1258, Kota Bagdahd hancur lebur diserbu tentara Mongol dibawah pimpinan Hulghu Khan dan menandai berakhirnya Dinasti Abbasiyah. Nama Khalifah pada msa ini adalah Al-Mustanjid(1160-1171), al-Mustadi(1171-1180), An-Nasir(1180-1225), Az-Zahir(1125-1226), Al-Mustansir(1226-1242), dan Al-Musta’sim(1242-1258).





Refrensi: Sejarah pemikiran dan peradaban islam, Sejarah Peradaban Islam, Sejarah Daulah Abbasiyah, Islam di kawasan kebudayaan Arab, Republika.co.id, Kompasiana.com, dan sumber lainnya.

Senin, 16 Maret 2020

Sejarah Bani Umayyah

Image result for bani umayyah 



Daulah Umayyah didirikan oleh Muawiyyah bin Abi Sufyan pada tahun 661 M/ 41 H. Nama Daulah Umayyah diambil dari kakek buyut Muawiyah, yaitu muawiyah bin Abu Sofyan bin Harb bin Umayyah bin Abdu Syam.DaulahUmayyah berdiri selama 90 tahun (41-132H/ 661 M - 750 M dengan pusat pemerintahan di Damaskus.

Wilayah kekuasan Daulah Umayyah meliputi Spanyol di bagian barat sampai barat China di bagian timur. Wilayah Daulah Umayyah sangat luas sehingga  pada masa Daulah Umayyah berhasil mengembangkan aspek-aspek peradaban islam yang sangat berpengaruh bagi islam pada masa selanjutnya. pada massa Daulah Umayyah lebih ke perluasan wilayah dari pada ilmu pengetahuan. Akan teatpi, pada masa pemerintahan Umar bin Abdul Aziz dilakukan pengumpulan hadist-hadist Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Kekuasan Daulah umayyah yang hampir satu abad, telah menorehkan berbagai kemajuan. Kemajuan tersebut tidak lepas dari para khilafah yang kuat. Masa permulaan Daulah Umayyah dimulai pada Muawiyyah ditandai dengan meletakkan dasar-dasar pemerintahan dan orientasi kekuasaan. Masa kejayaan dimulai ada masa Muawiyah. muawiyyah dijulukki sebagai pendiri Daulah Umayyah kedua karena mampu mencegah perpecahan di kekhalifan. Pada waktu Daulah Umayyah Berkuasa, wilayah Islam mencakup tiga benua yaitu Asia, Afrika, dan Eropa. Di Andalusia Islam berhasil masuk dan menjadikan Andalusia sebagai bagian dari Daulah umayyah berkat penaklukan yang dipimpin oleh Thorik bin Ziyad.

Islam di Andalusi mengalami perkembangan pesat diberbagai bidang seperti sosial politik, ekonomi, budaya, dan lain sebagainnya. Fakta sejarah memberikan kesaksian bahwa silam berkembang pesat bukan hanya karena penaklukan wilayah secara militer melainkan melalui agama, bahasa, dan budaya. Salah satu keistimewaan Daulah Umayyah adalah munculnya tokoh-tokoh ulama Agama Islam dan ulama ilmu umum. pada massa Daulah Umayyah bukan hanya rakyatnya yang menguasai ilmu pengetahuan melainkan juga para khilafah seperti Muawiyyah bin Abi Sufyan dan Umar bin Abdul Aziz seorang tabi'n yang diakui kealimannya.

Daulah Umayyah mendorong masyarakatnnya untuk teru membangun peradaban yang tinggi dengan cara menyokong kegiatan-kegiatan pendidikan dan penerjemahan buku-buku. perkembangan ilmu pengetahuan tidak hanya berkutat pada ilmu agama dan syair islam melainkan ilmu pengetahuan umum lainnya. Berbagai perkembangan peradaban dan kebudayan yang telah ditorehkan meliputi:

1.Arsitektur
   Pada masa Umayyah bangunan kota dan bangunan peribadahan sepeti masjid berasal dari akulturasi budaya Persia, Romawi, dan Arab. Pada masa kekhalifahan Abdul Malik dibangun sebuah masjid yang beranama Masjid Damaskus yang diarsiteki oleh Abu Ubaidah ibnu Jarrah.
Dibangun sebauh kota dengan arsitektur islam dan dilengkapi dengan gedung, masjid, taman rekreasi, dan pangkalan militer. Kota tersebut bernama Kota Kairawan yang dibangun pada masa khalifah Mu'awiyah. pada masa Daulah Umayyah juga dilekukan renovasi Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. khalifah Abdul Malik menyediakan 10.000 dinar untuk memperluas Masjidil Haram. Sementara itu, Masjid Nabawi diperindah dengan di  hiasi Mozaik dan batu permata.

2. Angkatan Militer
    Angkatan militer pada masa Daulah Umayyah terdiri dari angkatan darat(al-Jund), angkatan laut(al-bahriyah), dan angkatan kepolisian(as-syurthah). Pada masa Marwan bin Abdul Malik diberlakukan Undang-Undang Wajib Militer(Nidam at-Tajdid al-Ijbari)

3. Perdagangan
    Perdagangan dilakukan melalui jalur darat dan laut. Adapun komoditas yang diperdagangkan adalah sutera, obat-obatan, weawangian, rempah-rempah, kasturi, permata, logam mulia, gading, dan bulu-buluan.

4. Kerajinan
    Pada masa Khalifah Abdul Mlik mulai dirintis pembuatan Tiraz(semacam bordiran), yaitu cap resmi yang dicetak pada pakaian khalifah dan para pejabat pemerintahan.

5. Kedokteran
   PAda masa khalifah Al-Walid telah memberikan sumbangan berupa pemisahan antara ahli penyakit dengan ahli pengobatan. Khalifah Umar telah memindahkan sekolah kedokteran dari Iskandariyah ke Anthiokia dan Harran. Khalifah Khalid ibn Yazid memerintahkan penerjemahan buku-buku kedokteran, kimia, dan astrologi dari Bahasa Yunani dan Kopti kedalam Bahasa Arab.

6. Sejarah dan Historiografi
    Munculnya Ubaid bin Syarya seorang penulis sejarah dalam bentuk sirah dan maghzi dan telah menginformasikannya ke Muawiyah tentang pemerintahan bangsa Arab dahulu beserta asal-usulnya.

7. Musik dan Syair.
    Munculnya Said bin Miagah padatahum 714 M. Beliau adalah orang yang pertama kali memasikan nyanyian Persi dan Bizantium kedam Bahasa Arab. Adapun penyair terkenal yang hidup pada masa Daulah Umayyah adalah Junair, Al-Farzdah, dan Imran bin Hattan.

8. Ilmu Fiqih, Ilmu Hadist,dan Ilmu Tasawuf
    Ilmu agama adalh ilmu yang sangat penting yang berkembang pada masa Daulah Umayyah.
Adapun Ulama Fiqih yan hidup pada masa Daulah Umayyah adalh Imam Abu Hanifah dan Imam Malik. Tokoh yang terkenal dalam bidang Hadist adalah Abu Hurairah. Dari Abu Hurairah banyak sekali hadist yang diterima oleh para Tabi'in. adapun Tabi'in yang terkenal dalam bidang ini adalah Ikrimah, Abu Qatadah, Muhammad Sirin, Asy-Sya'ibi, an-Nakhari, Abu Khair Marsad, Yazid bin Habib, Thawus bin Kaisan al-Yamani, dan Ibnu Munabbib. Dalm bidang ilmu Tasawuf terdapat dua tokoh besar yaitu Hasan Basri dan Rabi'ah al-Adawiyah

STASIUN TUNTANG

                                        STASIUN TUNTANG         Gemini berkata Senin malam, aku melanjutkan kunjunganku ke beberap...