Rabu, 18 Maret 2020

Sejarah Bani Abbasiyah


Bani Abbasiyah




   Bani Abbasiyah merupakan kekhalifahan kedua setelah Bani Umayyah. Bani Abbasiyah didirikan oleh Abu al-Abbas Abdullah bin Muhammad as-Saffah. Pemerintahan Bani Abbasiyah Berkuasa selama 5 abad dari rahun 750-125 M. Pada mulanya pusat pemerintahan berada di Kufah lalu di pindah ke Hira lalu ke Anbat dan akhirnya ke Bagdhad. Kota Baghdad didirikan Oleh Khalifah Ja’far Al-Mansur dan di arsiteki oleh Hajajj bin art dan Amron bin Waddah. Disain kota ini berbentuk bulat dengan pusat pemerintahan berada di tenga-tengah kota yang dikelilingi tembok.

    Wilayah kekuasan islam pada masa Abbasiyah meliputi Hijaz, Jazirah Arab, Afrika Utara, seabagian Turki China, India, Cicilia Kukasus dan lain-lain. Khalifah Al-Manshur berusaha kembali untuk meklukan kembali daerah-daerah yang sebelumnya membebaskan diri dari pemerintahn pusat, dan memperkuat perahanan keamanan di daerah perbatasan

Bani Abbasiyah dibagi menjadi 5 periode yang didasarkan pada kondisi politik pemerintahan, yaitu:


1. Periode Pertama (750-847 M)

      Pada periode ini pengaruh Persia sangat kuat dalam Dulah Abbasiyah ditandai dengan masuknya keluarga Barmak di dalam pemerintahan. Masa keemasan terjadi pada periode ini, ketika pemerintahan Harun Ar-Rasyid. Pada masa Khalifah Harun Ar-Rasyid dibangun baitul hikmah sebagai pusat ilmu pengetahuan. Perbaikan dalam bidang ekonomi dilakukan oleh Khalifah Al-Mahdi dengan cara memperbaiki saluran irigasi untuk meningkatkan hasil peosduksi pertanian, seperti gandum, beras, zaitun, dan kurma. Pada masa ini pula dibangun jaringan pos antara Irak dan Hijaz. Adapun yang menjadi Khalifah pada periode ini adalah Abu al-Abbas Abdullah bin Muhammad as-Saffah (721-754), khalifah Abu Ja'far al-Manshur (750-775), Al-Mahdi (775-785), Musa al-Hadi (785-786), Harun ar-Rasyid (786-809), Abu Musa Muhammad Al-Mahdi(809-813), Abu Ja’far abdullah Al-Ma’mun(812-833), Abu Ishaq Muhammad Al-Mu’tashim(833-842), Abu Ja’far Harun Al-Wastiq(842-847).


2. Periode kedua (847-945 M)

Pada masa ini Bangsa Turki mulai mendominasi pemerintahan Bani Abbasiyah. Mereka memilih dan menentukan siapa yang akan diangkat menjadi khalifah. Dengan demikian kekuasan tidak lagi ditangan Bani Abbas, Meskipun mereka tetap menajadi Khalifah. Masa ini merupkan titik awal kemunduran Bani Abbasiyah. Khalifah pada periode ini adalah Al-Mutawakkil(847-861), Al-Munthasir(861-862), Al-Musta’in(862-866), Al-Mu’taz(866-869), Al-Muhtadi(869-870), Al-Mu’tamid(870-892), Al-Mu’tadid(892-902), Al-Muktafi(902-908), Al-Muqtadir(908-932), Al-Qahir(932-934), Ar-Radi(934-941), Al-Muttaqi(941-945), dan Al-Mustaqi(945-946).


3. Periode ketiga(945-1055 M)

Abbasiyah pada masa ini di bawah kekuasaan Bani Buwaihi. Khalifah posisinya makin melemah karena Buwaihi penganut syi’ah sedangkan Bani Abbasiyah penganut sunni. Khalifah hanya seperti pegawai yang dibeari gaji. Baghdad pada periode ini tidak lagi menjadi pusat pemerintahan islam karena telah pindah ke Syirazi. Meskipun demikian, dalam bidang ilmu pengetahuan Abbasiyah terus mengalami kemajuan di periode ini. Di masa inilah muncul pemikir-pemikir besar seperti al-Farabi, Ibn Sina, Ibn Maskawaih, dan kelompok studi Ikhwan as-Safa. Bidang ekonomi, pertanian, dan perdagangan juga mengalami kemajuan. Kemajuan ini juga diikuti dengan pembangunan masjid dan rumah sakit. Pada masa Buwaih berkuasa di Baghdad, telah terjadi beberapa kali kerusuhan aliran ahlusunnah dan syi'ah, pemberontakan tentara, dan sebagainya. Khalifah yang menjabat pada masa ini adalah Al-Mu’ti(945-973), At-Thai(973-991), Al-Qadir(991-1031), dan Al-Qoim(1031-1075).


4. Periode keempat(1055-1119 M)

Priode ini ditandai dengan masuknya Bani Saljuk dalam pemerintahan Bani Abbsiyah karena telah mengalahkan Bani Buwaihi. Keadaan Khalifah mulai memabaik dan kewibaan dibidang agama mulai kembali setelah sekian lama dikuasi oleh Syi’ah. Sebagai mana periode sebelumnya, ilmu pengetahuan juga berkembang pada periode ini. Ditandai dengan dibangunnya madrasah Nizamiyah di Irak dan Khurasan dan Madrasah Hanafiyah di Bagdhad oleh prdana menteri Nidzam al-Mulk. Madrasah ini melahirkan tokoh-tokoh cendekiawan seperti Al-Ghazali, Zhamaksari, dan Umar Khayyam. Di bidang Politik, Bagdhad tidak lagi menjadi pusat kekuasan. Mereka membagi wilayah Bani Abbasiyah menjadi beberapa provinsi. Pada masa kekuasan Bani Abbasiyah melemah wilayah-wilayah tersebut memerdekakan diri. Khalifah yang memimpi pada periode ini adalah Al-Mqtadi(1075-1094), Al-Mustadzir(1094-1118), Al-Mustarsyid(1118-1136), Ar-Rasyid(1135-1136), dan Al-Muqtafi(1136-1160).


5. Periode kelima(1199-1258 M)

    Pada masa periode kelima khalifah bebas dari pengaruh siapapun. Akan tetapi, wilayah kekauasaan hanya tinggal Baghdad dan sekitarnya. Pada tahn 1258, Kota Bagdahd hancur lebur diserbu tentara Mongol dibawah pimpinan Hulghu Khan dan menandai berakhirnya Dinasti Abbasiyah. Nama Khalifah pada msa ini adalah Al-Mustanjid(1160-1171), al-Mustadi(1171-1180), An-Nasir(1180-1225), Az-Zahir(1125-1226), Al-Mustansir(1226-1242), dan Al-Musta’sim(1242-1258).





Refrensi: Sejarah pemikiran dan peradaban islam, Sejarah Peradaban Islam, Sejarah Daulah Abbasiyah, Islam di kawasan kebudayaan Arab, Republika.co.id, Kompasiana.com, dan sumber lainnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

STASIUN TUNTANG

                                        STASIUN TUNTANG         Gemini berkata Senin malam, aku melanjutkan kunjunganku ke beberap...