Generasi Shalahuddin
@edgarhamas
#TodayInHistory situs islamstory.com yang diasuh langsung oleh Dr Raghib Sirjani hari ini memberikan satu informasi penting dalam rubrik "Hadatsa fii Mitsli Hadzal Yaum" (Hari ini dalam sejarah). Peristiwa itu terjadi tepat pada 22 Juni 492 tahun yang lalu. Hari dimana seorang mujahid yang ulama, pemimpin yang faqih agamanya bernama Fatahillah membebaskan Sunda Kelapa dari Portugis lalu menamakan kota itu dengan Jayakarta, "Madinatun Nashr", Kota Kemenangan.
Sejarawan Arab banyak yang mengagumi Fatahillah dan aksi heroiknya membebaskan kota yang kelak akan menjadi ibukota Indonesia itu. Sampai-sampai Wikipedia Arab pun mengabadikan tanggal 22 Juni dengan catatan kemenangan Fatahillah.
.
"1527 - فتح الله طرد البرتغاليين من ميناء سوندا كيلابا(جاكرتا الآن)، الذي يحتفل به الآن كذكرى انشاء المدينة"
.
(1527 - Fatahillah mengusir penjajah Portugis dari pelabuhan Sunda Kelapa —sekarang Jakarta— yang diperingati sekarang sebagai hari jadi kota tersebut)
Pertanyaan yang masih sering diteliti jawabannya oleh para sejarawan adalah; Siapakah Fatahillah sebenarnya? Karena riwayat tentangnya berjubel dengan kisah-kisahnya yang berbeda. Ada yang bilang beliau adalah Sunan Gunung Jati, ada juga yang bilang —dan ini dianggap paling benar— bahwa Sunan Gunung Jati dan Fatahillah adalah orang yang berbeda, namun keduanya ada hubungan kekeluargaan.
Ada yang bilang bahwa beliau asli orang Pasai, kemudian Portugis menjajah negerinya sehingga ia hijrah ke Makkah. Dari Makkah beliau menimba ilmu lalu kembali lagi ke Jawa menuju Demak. Lalu ada juga yang bilang bahwa Fatahillah adalah putra Sultan Syarif Abdullah Maulana Huda, pembesar Mesir keturunan Bani Hasyim dari Palestina, dengan Nyai Rara Santang, putri dari raja Pajajaran, Raden Manah Rasa.
Namun yang disepakati oleh semuanya adalah, bahwa Fatahillah merupakan seorang Ulama yang Umara, seorang pemimpin militer yang juga dalam pemahamannya tentang Islam. Ketika ia tahu Portugis menjajah Sunda Kelapa atas persetujuan Kerajaan Padjajaran, beliau sadar bahwa akibatnya akan sangat parah bagi eksistensi penduduk Nusantara.
Itulah yang membuat beliau berangkat dari Demak atas perintah Sultan Trenggono bersama 1500 mujahid dengan 20 kapal perang Jawa. Di saat yang sama, di Sunda Kelapa Alfonso de Albuquerque telah mengirimkan pasukan di bawah komando Francisco de Sa. Portugis hanya menyiapkan 6 kapal tempur, namun jenis kapal mereka yang merupakan Galleon masing-masingnya berbobot 800 ton dengan 21-24 pucuk meriam, lengkap dengan 600 awal profesional.
.
Pertarungan sengit antara Fatahillah versus armada laut Portugis yang juga didukung angkatan bersenjata Kerajaan Padjajaran membuat langit Sunda Kelapa penuh kelabu. Pada akhirnya atas izin Allah, Fatahillah dan mujahid Demak juga Banten berhasil menumpas armada Portugis. Hari itu adalah 22 Juni 1527.
.
Kemenangan di Sunda Kelapa membuat Fatahillah dipercaya sebagai gubernur di sana dan digantilah kota itu dengan nama Jayakarta. Sejak awalnya Jakarta memang sudah erat kaitannya dengan perjuangan dan deras arus islami yang membuka kota itu dari penjajahan.
.
Sosok seperti Fatahillah mengingatkan kita dengan pahlawan-pahlawan kita yang senarasi dan sefrekuensi dengannya seperti Pangeran Diponegoro, Tuanku Imam Bonjol dan Sultan Hasanuddin. Heroisme di medan tempur, kecerdasan memanajemen manusia dan faqih dalam agamanya ternyata bukanlah ilusi. Negeri kita pernah melahirkan manusia-manusia hebat itu dan akan selalu mampu menciptakan yang lebih besar.
.
Kelak di masa depan, barangkali gelombang perubahan zaman akan menuntut lagi lahirnya Fatahillah Fatahillah baru yang akan memecah kesunyian, di saat Umat menunggu sang Fajar dan tersudutkan. Atau barangkali, Fatahillah itu sudah ada; kamu. Tinggal sedikit polesan saja hingga kamu siap menciptakan arus perubahan.
Rabu, 26 Juni 2019
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
STASIUN TUNTANG
STASIUN TUNTANG Gemini berkata Senin malam, aku melanjutkan kunjunganku ke beberap...
-
Generasi Shalahuddin @edgarhamas #TodayInHistory situs islamstory.com yang diasuh langsung oleh Dr Raghib Sirjani hari ini memberikan sa...
-
Candi Gedong Songo Magelang, 29 November 2025 Aku dan temanku mengunjungi Kabupaten Semarang. Tepatnya Candi Gedong Songo, tepat di bawah ka...
-
Temanggung Setelah dari Situs Liyangan, aku dan adikku mampir ke Masjid Agung Darussalam Temanggung. Di sana, aku melaksanakan salat Asar, l...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar