Sabtu, 12 Oktober 2019

Yang Ajaib 14 Abad Lalu Tanah

Yang Ajaib 14 Abad Lalu

Tanah ini gersang, bahkan kata situs geografi, hanya tanah ini yang tak punya sungai. Namun dengan ajaib nya, hanya butuh waktu 22 tahun sebuah peradaban bisa meninggi dan berkibar mengalahkan keangkuhan Persia penyembah api dan Byzantium pemilik pasukan terhebat di bumi.

Yang ajaib 14 Abad lalu,

Tidak pernah ada kerajaan yang berniat menyentuh tanah ini. Hanya Ka'bah sajalah episentrum yang membuatnya ramai dan punya nilai agung. Itupun Abrahah pernah nekad ingin menghancurkannya.

Namun, lagi-lagi di tanah ini; ababil datang menyerbu pasukan gajah dengan kerikil mungil, menembus otot-otot kekar pasukan katolik Yaman. Allah menunjukkan kekuasaan-Nya di hadapan manusia; bahwa sejenak setelah kisah tahun gajah itu, di saat itulah manusia teragung di bumi akan hadir mencahayakan malam.

Yang ajaib 14 Abad lalu,

Dari para pedagang jazirah itu, juga dari petani-petani mereka; lahirlah generasi teristimewa di muka bumi, sepanjang zaman. Ada yang as Shiddiq, ada yang Al Faruq, ada yang digelar singa Allah, bahkan juga pedang Allah.

Semua keajaiban itu tidak hadir karena usaha manusia semata-mata, atau karena murni proses terbangunnya peradaban. Apakah bisa? Dalam waktu 20 tahun muncul satu negara dari nol, yang tiba-tiba menaklukkan Amerika Serikat dan Uni Eropa secara bersamaan? Begitulah jika diumpamakan.

Tanah Arab telah jadi saksi; bahwa peradaban yang satu ini bukan karena proses berabad-abad. Ia adalah kekuatan Wahyu yang bisa mengubah wajah bumi dengan sekali hentakan. Ialah energi Wahyu, yang bisa menghebatkan manusia dalam sekali sentuhan.

Ialah Islam. Dan hanya ia yang bisa melakukannya. Apakah akan terulang kehebatan itu? Jika kamu tidak percaya, padahal Al Qur'an yang mereka dan kita baca adalah sama, berarti di saat yang sama kau telah meragukannya.

#mudasadarsejarah #mudatentukanarah #GenerasiShalahuddin

Sahabat-sahabat Berkekuatan 1000 Tentara

Sahabat-sahabat Berkekuatan 1000 Tentara

Dalam banyak sekali kisah generasi sahabat Rasulullah, seringkali ada istilah "maqamu alfi rajulin", satu orang yang sebanding dengan 1000 lelaki kuat. Karena faktanya, para sahabat memang punya keistimewaan dari segi keimanan, keberanian dan kekuatan. Siapa sajakah mereka?

Di antara nama-nama itu, terindikasi dalam surat Umar bin Khattab kepada Amr bin Ash ketika pasukan Muslimin mengalami "stuck" dalam membebaskan Mesir. Berbulan-bulan tak ada kemajuan signifikan, sehingga Umar menuliskan surat untuk Amr bin Ash sang pembebas. Berikut isi surat itu sebagaimana diriwayatkan oleh Zaid bin Aslam:

"Amma Ba'du. Aku takjub dengan berita kelambatan kalian untuk membebaskan Mesir. Itu semua bisa jadi karena kecintaan kalian pada dunia sebagaimana musuh-musuh kalian mencintainya, dan Allah tak akan menolong kaum kecuali mereka meluruskan niatnya."

"Untuk itulah aku mengutus 4 lelaki, dan Aku kabarkan padamu bahwa setiap 1 lelaki setara dengan 1000 pria kuat selain mereka. Jika suratku ini telah datang padamu, sampaikanlah pada pasukan, dan perintahkan mereka untuk sabar dan membersihkan niat, dan persilahkan 4 lelaki itu berada di tengah-tengah pasukan. Lakukanlah di Jum'at sore, karena di sana ada rahmat dan waktu doa diijabah."

4 lelaki itu adalah Zubair bin Awwam, Miqdad bin Amru, Ubadah bin Shamit dan Maslamah bin Mukhallad. Berikut profil beliau satu persatu.

Zubair bin Awwam

Beliau adalah seorang di antara 10 sahabat yang dijamin masuk surga. Lelaki pertama dalam Islam yang menghunus pedangnya demi membela Rasulullah. Nabi pun menggelari beliau dengan sebutan "Hawari Rasulillah", yang bermakna pelindung Rasulullah. Dalam hadits Jabir bin Abdillah, ia mendengar Rasulullah bersabda, "Setiap Nabi memiliki Hawari, dan Hawari-ku adalah Zubair." (HR Bukhari 2997)

Umar bin Khattab juga pernah berkata tentang Zubair bin Awwam, "Beliau —Zubair bin Awwam— adalah tiang di antara tiang-tiang Islam."

Miqdad bin Amru

Disebut juga sebagai Miqdad bin Aswad, adalah veteran Perang Badar yang mengikuti seluruh pertempuran yang dipimpin oleh Baginda Rasulullah. Beliau juga mengikuti seluruh agenda ekspansi ke Syam dan Mesir. Abdullah bin Mas'ud berkata, bahwa Miqdad adalah 7 orang pertama yang terang-terangan menyatakan keislamannya di Makkah.

Posturnya tinggi besar, perutnya cukup buncit. Selalu jadi yang terdepan menyambut panggilan jihad. Buraidah bin Hushaib berkata, bahwa Rasulullah bersabda, "Hendaklah kalian mencintai 4 lelaki ini: Ali, Abu Dzar, Salman dan Miqdad." (Siyar A'lam An Nubala)

Ubadah bin Shamit

Sahabat dari kalangan Anshar ini selalu terdepan melakukan Baiat Aqabah pertama dan kedua. Semua pertempuran ia ikuti, dan Mesir dibebaskannya, serta dipilih menjadi dewan hakim di Palestina ketika dibebaskan oleh Umar bin Khattab. Keistimewaan beliau yang lain adalah hafalannya lengkap 30 juz.

Di kalangan Sahabat Anshar, Ubadah bin Shamit adalah paling paham Al Qur'an, dan paling berani melawan kemungkaran. Posturnya tinggi, badannya kekar dan gagah, sebagaimana diberitakan dalam Siyar A'lam An Nubala.

Maslamah bin Mukhallad

Sahabat Anshar yang dalam hidupnya sering diangkat oleh para Khalifah sebagai panglima pertempuran dan sukses dalam misi-misinya. Di era Bani Umayyah, beliau diangkat menjadi Gubernur Mesir, dan di sanalah beliau menjadi inisiator pertama yang membuat menara khusus untuk azan. Beliau masih berusia 4 tahun ketika Rasulullah sampai di Madinah.

Beliau termasuk sahabat junior yang masa kecilnya penuh kenikmatan bisa langsung menghafal Al-Qur'an dan hadits langsung dari lisan Rasulullah dan para sahabat besar.

Awal Mula Penghimpunan Hadis

Awal Mula Penghimpunan Hadis

Oleh: @niswahqonitah

Pertanyaan pertama adalah kapan pengkodifikasian hadis dilakukan?? Check this out...

Do you know guys, dalam sejarah penghimpunan atau kodifikasi hadis mengalami perkembangan yang cenderung lambat dibanding al-Qur'an. Al-Qur'an dikodifikasi pada masa Abu Bakar dan disempurnakan pada masa Usman Bin Affan.

Sedangkan penulisan hadis pada masa Nabi ﷺ justru awalnya dilarang. Hal ini dikarenakan untuk menjaga kemurnian al-Qur'an, kecuali bagi mereka yang kurang kuat hafalannya maka dibolehkan menulis hadis yang kemudian dihafal dan dibakar lembaran hadisnya. Nabi ﷺ khawatir bercampurnya antara hadis dan al-Qur'an. Karena keduanya sama-sama berbahasa Arab dan disampaikan melalui lisan Nabi ﷺ.

Sehingga eksistensi hadis pada masa Nabi ﷺ hanya diingat dan dihafal oleh sahabat yang diperoleh melalui majelis Rasul dan tidak ditulis seperti Al-Qur'an, kecuali di akhir masa Rasulullah ﷺ akhirnya diperbolehkan penulisan hadis.

Setelah Nabi Muhammad ﷺ wafat. Terlebih ketika masa Usman bin Affan yang mana Al-Qur'an telah terpelihara dengan baik dan dikirim ke seluruh penjuru maka penulisan hadis mulai terbudayakan secara berangsur-angsur.

Namun pada abad 41H, ketika terjadi zaman fitnah era Khalifah Ali bin Abi Thalib, terjadilah perpecahan dan banyak bermunculan hadis palsu untuk menguatkan kelompok tertentu. Untuk mengatasi hal tersebut, para ulama dan sahabat melakukan pelawatan ke berbagai daerah —rihlah ilmiah— untuk mengecek kebenaran hadis baik dari segi sanad dan matan.

Masa pengkodifikasian Hadis terjadi pada masa khalifah dari Bani Umayyah yaitu Khalifah Umar bin Abdul Aziz. Beliau menganggap perlunya menghimpun dan membukukan hadis karena kekhawatiran akan lenyapnya ajaran Rasulullah ﷺ setelah wafatnya para ulama, baik di kalangan sahabat dan tabi'in. Walaupun secara tidak resmi telah di kodifikasi sejak masa sahabat secara individu.

Sehingga kita tahu bahwa Umar Bin Abdul Aziz, walaupun masa pemerintahannya sangat singkat yakni selama 3 tahun (99-101H) namun berkontribusi besar dalam pengkodifikasian hadis yang bisa kita nikmati sampai sekarang. Semoga Allah merahamatinya.

Sumber: Ulumul Hadis karya Dr. Abdul Majid Khan
#TodayInHistory 10 Oktober 1518 Oruç Reis Barbarossa, saudara Heyreddin Barbarossa syahid dalam medan jihad melawan tentara salib Spanyol. Para musuh memenggal kapala Oruç  dan mengirimnya ke Spanyol.

Oruç Reis syahid di usia 48 tahun, beliau adalah salah satu panglima tertinggi angkatan laut Kekhalifahan Utsmani yang menyelamatkan muslimin Spanyol dari kejahatan pasukan salib, dan menjaga Laut Mediterania dari perompakan.
.
***
.
Jika pernah menonton film “Pirate of Caribean” maka Anda akan menemukan salah seorang tokoh berjenggot merah bernama ‘Barbarosa’ dia identik dengan kesialan dan jauh dari keberuntungan, digambarkan sebagai tokoh antagonis. Tahukan Anda siapakah Barbarosa itu sebenarnya??
.
Dunia barat lebih mengenalnya dengan ‘Barbaros Brother Pirate’, Bagi mereka Barbarosa adalah bajak laut, tapi dalam sejarah Islam dia adalah seorang tokoh besar yang di masa kekhalifahan Usmani. Dia adalah Oruç dan adiknya Khairuddin, orang Granada memanggilnya dengan Baba-Oruç sebagai penghormatan dan di Italia dia dipanggil Barbarosa, panggilan yang sampai ke kita saat ini.

Oruç adalah seorang pelaut yang terkenal, penguasa Laut Tengah di masa kekhalifahan Usmani, Khalifah Salim I mengangkatnya sebagai panglima laut Usmani, sehingga dunia semakin mengenalnya dengan nama “Barbarosa Brother”, pejuang yang ketika namanya disebut membuat pasukan laut musuh merinding.

Kejatuhan Andalusia merupakan peristiwa yang menghentak seluruh penjuru negeri muslim seperti Turki, Mesir, Hijaz, Aljazair dan lain-lain, umat muslim yang berada di sana diberi 2 pilihan, masuk Kristen atau dibunuh. Di antara mereka ada yang memilih dibunuh dan ada yang berpindah agama dan ada juga yang melarikan diri ke perbukitan dan jumlah mereka tidak terhitung.

Khalifah Salim I memberikan sebuah tugas kepada Oruç untuk menjemput umat muslim yang masih berada di Andalusia dan menyelamatkan mereka dari penyiksaan Katolik Spanyol, ini ibarat sebuah mission impossible bagi manusia karena pada saat itu Andalusia memiliki system pertahanan yang maju dan susah untuk ditembus, sementara jarak perjalanan dari Turki ke Andalus sangat jauh dan memakan waktu dan perbekalan yang banyak begitu juga perbekalan. Dengan izin Allah dan kehebatan seorang Aruj Barbarosa dia bersama pasukannya bisa memasuki Andalusia dan menyelamatkan muslimin Andalusia dari penyiksaan dan memindahkan mereka ke Aljazair dan sekitarnya.
.
Itulah Oruç Barbarosa si Jenggot Merah yang merupakan pahlawan dalam sejarah Islam namun musuh-musuh Islam berusaha menghilangkannya dari sejarah dan membuat kita lupa terhadap pahlawan-pahlawan kita di masa lalu dan membuat kita sibuk dengan tokoh-tokoh khayalan seperti Rambo dan James Bond.
.
Semoga Allah memberikan kebaikan kepada Barbarosa Bersaudara atas perjuagannya dalam membela agama ini dan melipatgandakan seluruh amalannya serta menempatkannya di tempat terbaik.
.
Kontributor : Abdan Syukri — Al Azhar University Cairo

Kekalahan Muslimin di Tours

Kekalahan Muslimin di Tours

#TodayinHistory (10 Oktober 732) "Kalau saja", kata Gustave Le Bon, "Kaum Muslimin berhasil memenangkan pertempuran Tours, niscaya Paris akan secemerlang Andalusia; akan jadi pusat peradaban dan intelektual. Di saat ketika anak-anak jalanan Andalusia mampu menulis dan bersyair, sedangkan raja-raja Eropa bahkan tak tahu cara menulis nama mereka."

Mari ingat baik-baik, kawan. Ada kisah hari ini tentang pendahulu kita yang nyaris hendak menembus jantung Eropa. Setengah Perancis sudah disirami darah syuhada, dan azan pernah meninggi di sana walau sejenak saja. Hari ini tahun 732 Masehi, adalah salah satu epik sejarah Islam paling penting di Eropa; ketika nenek moyang kita dikalahkan. Sebabnya karena cinta harta dan saling dengki.

10 Oktober 732, hari ini terjadi sebuah pertempuran dahsyat yang hingga kini diabadikan oleh sejarawan Eropa sebagai peristiwa selamatnya Eropa dari Islam. Hari dimana untuk pertama kalinya perluasan dakwah Islam roboh tak berbekas di medan laga. Hari dimana puluhan ribu mujahid lari ke belakang, meninggalkan panglima mereka tertusuk panah dan dibantai bengis.
.
Kita menamainya dengan "Bilath Asy Syuhada" (pelataran Syuhada) dinamakan demikian, saking banyaknya muslim yang gugur di perang besar itu. Panglima mereka, Abdurrahman Al Ghafiqi, pun syahid di sana dan tercatat namanya sebagai seorang pemimpin besar yang tak kenal takut walau sebesar apapun gempuran melandanya. Jumlah Kaum Muslimin kala itu 50 ribu tentara, dari berbagai kabilah dan suku.
.
Kenapa kok bisa sampai Prancis? Awalnya, Abdurrahman Al Ghafiqi yang baru saja diangkat oleh Kekhalifahan Umayyah sebagai gubernur Andalusia melihat Kaum Muslimin mulai terpecah belah. Beliau diutus untuk memimpin Umat dan memerintah dengan adil bijaksana. Dalam waktu singkat, beliau berhasil menciptakan kondisi yang stabil di Andalusia, dan beliau berpikir sudah saatnya dakwah Islam diluaskan lagi menuju Prancis di utara Andalusia.
.
Perjalanan Abdurrahman Al Ghafiqi bersama 50 ribu mujahid bermula dari membebaskan kota-kota Spanyol yang sebelumnya tak tersentuh cahaya Al Qur'an. (LANJUTAN 1) Semakin hari, makin banyak desa-desa yang didatangi oleh pasukan ini, makin ke utara hingga sampai di daratan Gaul (Prancis hari ini). Kabat Pencapaian Kaum Muslimin yang spektakuler ini terdengar hingga sampai telinga Charles Martel, sehingga membuatnya geram dan bertekad mengumpulkan pasukan besar untuk menghadang laju Kaum Muslimin.
.
Kedua pasukan ini bertemu di sebuah daerah di tengah-tengah Prancis bernama Tours. Di hadapan 50 ribu tentara muslim multi-etnis ini —yang sudah berjalan terlalu jauh dari rumah mereka melintasi Pegunungan Pyrenia dan menembus Prancis— sudah disambut oleh 20 ribu tentara Frank pimpinan Charles Martel. Namun dalam Buku "Ayyamun Laa Tunsa" (Hari yang Tak Akan Terlupakan) tertulis ada 200-400 ribu tentara Frank yang berkemah di sekeliling Kaum Muslimin. Catatan kuno "Mozarabic Chronicle of 754" juga menulis bahwa jumlah pasukan Charles Martel memang jauh lebih banyak.
.
Faktanya, Wilayah Frank (nenek moyang Bangsa Prancis) di bawah kepemimpinan Charles Martel adalah kekuatan militer terkemuka di Eropa Barat kala itu. Selama Charles menjabat sebagai panglima kaum Frank, kekuasaannya terdiri dari Perancis utara dan timur (Austrasia, Neustria dan Burgundy), sebagian besar Jerman barat, dan Negeri-Negeri utaranya (Luksemburg, Belgia, dan Belanda).
.
Selama 7 hari, kedua pasukan terlibat dalam pertempuran kecil. Kaum Muslimin menunggu kekuatan penuh musuh untuk menyerang.  Abdurrahman Al Ghafiqi yang terkenal dengan kecerdasannya menjadi tak berkutik ketika Kaum Muslimin mulai ribut dengan hasil rampasan perang. Saat itu, keadaannya Kaum Muslimin sudah berjalan jauh membuka banyak kota. Mereka membawa banyak sekali harta untuk dibawa pulang ke Andalusia. Semua itu dikumpulkan di satu tenda dan diketahui oleh mata-mata Charles Martel.
.
Di serangan akhirnya, Charles Martel memfokuskan pasukannya untuk menjebol tenda Muslimin yang berisi harta rampasan perang tersebut sehingga para mujahid pecah perhatiannya untuk melawan musuh. Di samping itu, Pasukan Charles memanfaatkan keadaan Kaum Muslimin yang tidak terbiasa dengan musim dingin Eropa yang mencekik. Pasukan Frank berpakaian tebal, sementara pasukan Muslimin hanya berpakaian yang lebih cocok untuk musim dingin di Afrika Utara yang lebih ringan daripada musim dingin di Eropa.
.
Baik sejarah Barat maupun Islam bersepakat setuju bahwa ketika berusaha menghentikan laju Kaum Muslimin yang ramai-ramai ingin menyelamatkan harta bendanya, 'Abdurrahman Al Ghafiqi dikepung, yang menyebabkan kesyahidannya. Pasukan muslimin kemudian mundur secara serampangan. Hal ini menyebabkan banyak yang terbunuh selama lari menuju Andalusia.
.
Kekalahan Kaum Muslimin di Tours ini diabadikan menjadi nyanyian dan puisi oleh banyak penyair Eropa selama ratusan tahun. Lagu-lagu tentang Charles Martel didendangkan untuk mengingat bahwa dia berhasil menyingkirkan dakwah Islam di Prancis. Sejarawan Inggris Edward Gibbon menulis, "pertempuran ini menyelamatkan nenek moyang bangsa Inggris, Prancis, dan kemegahan Roma dari api Al Qur'an secara agama dan peradabannya."
.
Allah Mahakuasa dan Mahaperencana. Apa yang ditakdirkan-Nya pasti punya hikmah buat kita. Ketika menang, ada hikmahnya. Ketika kalah, juga ada hikmahnya. Salah satu hal paling mencolok yang membuat Kaum Muslimin kalah adalah kecintaan mereka saat itu pada harta rampasan perang. Padahal Allah berfirman, "Wahai manusia! Sungguh, janji Allah itu benar, maka janganlah kehidupan dunia memperdayakan kamu dan janganlah (setan) yang pandai menipu, memperdayakan kamu tentang Allah. (Fatir, Ayat 5)
.
Menurut kamu, apa hikmah lainnya?

STASIUN TUNTANG

                                        STASIUN TUNTANG         Gemini berkata Senin malam, aku melanjutkan kunjunganku ke beberap...