Selasa, 07 April 2026

STASIUN TUNTANG

 





                                      STASIUN TUNTANG

 

 

 

 

Gemini berkata


Senin malam, aku melanjutkan kunjunganku ke beberapa bekas stasiun peninggalan Belanda di daerah Semarang. Berawal dari rasa penasaranku saat mengunjungi Beringin pada tahun 2021, kala itu aku melihat gedung terbengkalai serta bekas rel yang berada di samping salah satu masjid di sana. Hal itu membuatku berpikir, apakah dulu ada bekas stasiun di sini? Dan benar saja, terdapat papan informasi tentang tanah milik KAI.

Lalu, di mana stasiunnya? Ternyata, bangunan terbengkalai yang ditutupi oleh seng tersebut adalah bekas Stasiun Beringin yang pernah beroperasi pada masa kolonial.

Sekarang, kita fokus ke Stasiun Tuntang, salah satu stasiun yang menjadi latar belakang dalam film Gadis Kretek. Foto itu aku ambil malam hari sesudah Isya. Pada saat mau masuk stasiun, aku sudah diperingatkan oleh saudaraku agar tidak masuk sembarangan. Namun, karena saking penasarannya dan melihat gerbangnya terbuka, aku tak habis pikir dan masuk saja—berharap semoga boleh.

Dan benar saja, baru satu foto terabadikan, aku diperingatkan oleh penjaga stasiun dari kejauhan, tepatnya dari seberang jalan. Bapaknya melambaikan tangan sambil berkata, “Mas, nggak boleh, Mas! Nggak boleh!”

Aku kaget, langsung mematikan HP-ku, bergegas keluar, dan mengucapkan permintaan maaf kepada bapak penjaga. Beruntungnya, aku sudah sempat mengabadikan stasiun ini meskipun hanya satu foto.

Kondisi Stasiun Tuntang cukup baik, bersih, dan terawat. Arsitektur era kolonial masih sangat terasa. Stasiun ini didirikan pada tahun 1905 oleh perusahaan kereta api swasta bernama Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NISM). Stasiun kelas III ini dibangun untuk menunjang hasil perkebunan di daerah Semarang. Kalau kamu jalan-jalan ke daerah Beringin atau wilayah sekitar stasiun ini, kamu akan melihat banyak sekali hutan perkebunan, mulai dari karet hingga kopi.

Stasiun Tuntang menghubungkan Stasiun Ambarawa dengan Stasiun Beringin sampai ke Stasiun Kedungjati. Jejak relnya terlihat sangat jelas dan beberapa bagian masih sangat utuh. Meskipun stasiun ini sudah tidak beroperasi lagi untuk umum, kalian masih bisa menikmatinya karena stasiun ini telah ditetapkan sebagai museum dan terdapat kereta wisatanya. Akan sangat indah jika suatu saat jalur ini diaktifkan kembali.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

STASIUN TUNTANG

                                        STASIUN TUNTANG         Gemini berkata Senin malam, aku melanjutkan kunjunganku ke beberap...