Abu Hanifah
Imam Abu Hanifah, Siapa yang tak kenal dengan Beliau. Beliau adalah imam mazhab Hanafiyah yang terkenal dengan “al-imamal-a’dzam” yang artinya imam besar. Imam Abu Hanifah lahir di Kuffah pada tahun 696 M. Nama lengkap Beliau adalah Abu Hanifah Nu’man Ibn Tsabit. Imam Abu Hanifah merupakan keturunan Perisa. Kakek beliau bernama Zhuty merupakan seorang tawanan perang dari Persia. Ada beberapa versi mengenai penamaan Abu Hanifah. Pertama gelar Abu Hanifah diberikan kepada Nu’man ibnu Tsabit karena beliau seorang yang bersungguh-sungguh dalam berdo’a. Ada yang mengatakan sebab penamaan Hanifah karena beliau selalu membawa tinta yang disebut Hanifah dalam bahasa Irak. Ada juga yang mengatakan, bahwa nama Hanifah diambil dari salah satu putranya yang bernama Hanifah.
Abu Hanifah berperawakan sedang, postur tubuh ideal, berkulit sawo matang, berwajah tampan, berwibawa, dan berpakaian rapi.
Imam Abu Hanifah adalah seorang Tabi’in yang hidup di masa dua daulah besar yaitu Daulah Umayyah dan Daulah Abbasiyah.Beliau sempat berguru dengan tujuh sahabat Nabi Muhammad Salallahu’llaihi Wassallam. yaitu Umar bin Khatab, Ali bin Abu Thalib, Ibnu Mas’ud, Abdillah bin Abbas, Abu Hurairah, Abu Qatadah, dan ibnu Umar. Abu Hanifah telah lulus ujian yang berat, menderita, dan sakit di dalam penjara pada masa khalifah Al-Mansur hingga akhirnya Beliau wafat diracun dihadapannya.
Sejak muda Imam Abu Hanifah sudah menunjukan kecintaan terhadap ilmu pengetahuan, terutama ilmu yang berkaitan dengan hukum islam. Pada awalnya Beliau belajar sastra Arab, namun Beliau meninggalkan ilmu tersebut karena ilmu tersebut tidak banyak menggunakan akal pikiran. Akhirnya Beliau belajar ilmu fikih yang lebih banyak menggunakan akal pikiran. Abu Hanifah terkenal dengan kecerdasan, dan kesunguhan dalam belajar yang mengantarkan Beliau menjadi seorang ulama besar. Keilmuan beliau telah diakui oleh Imam Hamad ibn Abi Sulaiman yang sering mempercayakan tugas kepada Imam Abu Hanifah untuk memberi fatwa dan pelajaran fiqih di hadapan murid-muridnya.
Setelah beliau menjadi seorang ulama besar dan terkenal di sekitar timur tengah pada umumnya, maka beliau diberi gelar imam Abu Hanifah. Setelah ijtihad dan buah pemikiran beliau tentang hukum-hukum keagamaan diakui serta diikuti oleh banyak orang dengan sebutan “Mazhab Imam Hanafi”. Mazhab Hanafi banyak dianut pada masa Abbasiyah dan Turki Utsmani. Adapun sekarang dianut di wilayah Yordania, Lebanon, Pakistan, Suriah, Turki, Uni Emirat Arab, Bangladesh, Mesir, India, dan Irak, dan Afghanistan.
Setelah terkenal dalam ilmu fikih banyak penuntut ilmu yang berguru kepada Beliau. Diantara murid-muridnya yang terkenal adalah Imam Abu Yusuf ibn Ibrahim al Anshari, Imam Muhammad ibn Hassan ibn Furqan asy-Saibani, Imam Zufar ibn Qais al-Kahfi, dan Imam Hasan ibn Ziyad al-luluy.
Imam Abu Hanifah meniggal pada tahun 767 M pada usia 70 tahun. Jenazah beliau dishalatkan sampai enam kali diikuti oleh ribuan jamaah. Shalat jenazah ini pun dilaksankanan samapai hari ke dua puluh . Beliau meninggal dengan mewariskan ide dan pemikiran beliau yang dituangka melalui karya-karya yang ditulis sendiri, tetapi kebanyakan fatwanya dihimpun dan ditulis oleh murid-muridnya. Kitab-kitab yang ditulis beliau antara lain:
1. Al-faraid yang membicarakan masalah waris dan segala ketentuan menurut hukum islam.
2. Al-Syurt membahas perjanjian.
3. Al-fikih Al-Akhbar membahas tentang Teologi.
Adapun kitab yang ditulis oleh murid-muridnya yaitu:
1. Tingkat al-Masa’il al-Ushul(masalah-masalah pokok) yang berisi masalah-masalah yang diriwayatkan dari Abu Hanifah.
2. Tingkat al-Masa’il an-Nawadhir(masalah-masalah langka) berisi tentang masalah-masalah fikih yang diriwayatkan dari Abu Hanifah dan sahabat-sahabatnya.
3. Tingkat al-Fatwa wa al-Waqi’at(Fatwa-fatwa dan peristiwa-peristiwa) berisi kumpulan pendapat sahabat-sahabat dan muri-murid Imam Abu Hanifah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar