Jumat, 20 Maret 2020

Wafatnya Salahudn Al-Ayyubi

Detik-detik Wafatnya Sang Pembebas Al Aqsha

Gen Saladin | @gen.saladin | t.me/gensaladin

Suatu hari ketika hujan, lelaki gagah yang langkahnya telah menapak ribuan kilo berjihad itu sedang mengunjungi para kafilah haji. Udara sedang tak menentu kala itu. Ketika ia kembali ke kediamannya bersama para Ulama dan menteri, saat itu udara sedang dingin dan lembab sehingga membuat jasadnya yang telah menua jatuh sakit.

Awalnya ia tak merasa terlalu parah. Namun setiap hari, keadaan sang Shalahuddin Al Ayyubi semakin memburuk. Imam Al Imad, salah seorang penasihatnya menyebutkan, "saat itu aku bersama Shalahuddin tatkala beliau sakit. Demi Allah setiap kali Shalahuddin bertambah sakitnya, kepercayaannya pada rahmat Allah semakin bertambah."

Sudah berhari-hari beliau tak jua mampu ke masjid lagi, tapi beliau bersikeras tetap kuat ingin shalat berjamaah. Puncak sakitnya, adalah di hari kesembilan sejak jatuh menggigil, Shalahuddin mulai tak sadarkan diri. Syaikh Ja'far menyebutkan, "ketika aku membaca Al Qur'an di samping Shalahuddin, kemudian aku membaca ayat...
.
هُوَ ٱللَّهُ ٱلَّذِي لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَۖ عَٰلِمُ ٱلۡغَيۡبِ وَٱلشَّهَٰدَةِۖ هُوَ ٱلرَّحۡمَٰنُ ٱلرَّحِيمُ
.
Dialah Allah tidak ada tuhan selain Dia. Yang Mengetahui yang gaib dan yang nyata, Dialah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. (Al-Hashr, 22)

Shalahuddin menjawab "shahih."

Syaikh Ja'far kembali menuturkan, "aku membaca Al Qur'an 3 hari berturut-turut sejak Shalahuddin sakit. Dan ketika hari wafatnya, aku sampai pada ayat ini "Laa ilaha illaa huwa ilaihi tawakal tu" wajah Shalahuddin bercaya dan kemudian ia mengucapkan syahadat.

Ibnu Syaddad berkata, "inilah bencana terbesar yang menimpa Kaum Muslimin sejak hancurnya Khulafaur Rasyidin. Seringkali aku mendengar pepatah yang mengatakan 'ku harap aku dapat mati menggantikan dirinya' aku kira itu hanya perumpamaan, namun aku mengerti arti kalimat itu ketika Shalahuddin wafat. Ku harap aku dapat menggantikan Shalahuddin.

Shalahuddin hanya meninggalkan 1 dinar 47 dirham. Beberapa jubah perang dan seekor kuda.
.
Bahkan keluarga Shalahuddin harus meminjam uang demi bisa mengurus jenazah beliau. Beliau wafat saat fajar, dan orang-orang memakamkannya pada waktu zuhur. Banyak orang tak percaya mendengar kabar ini, dan ketika melihat jenazah Shalahuddin mereka pingsan.
.
Qadhi Fadhil memberi fatwa, bahwa Shalahuddin harus dimakamkan dengan pedangnya, dan di batu nisannya, para Ulama menulis karena dia adalah orang yang membebaskan Palestina, membuka kastil dan benteng-benteng orang Kristen, "Ya Allah, sebagai kemenangan terakhirnya, bukakanlah untuknya pintu surga."
.
Disarikan dari ceramah Syaikh Zahir Mahmud, Ulama Eropa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

STASIUN TUNTANG

                                        STASIUN TUNTANG         Gemini berkata Senin malam, aku melanjutkan kunjunganku ke beberap...