Islam di China
Terlepas dari konflik antara Umat islam dengan pemerintahan Komunis China terutama di wilayah Xinjiang. Saya akan menceritakan sedikit sejarah Islam di negeri Tirai Bambu tersebut. Islam telah masuk di china pada masa Dinasti Tang sekitar 1400 tahun yang lalu. Kalian tentu tidak asing dengan Laksaman Cheng Ho, beliau merupakan tokoh Islam yang terkenal dalam sejarah China. Monumen-monumen mengenai beliau dibangun di berbagai negara.
Ada yang unik dalam penyebutan umat Islam pada periode sejarah China. Pada masa Dinasti Tang (618-1949) Islam disebut “Dashi Jio”. Di masa Dinasti Ming (1368-1644), Islam disebut “Tian Jio Fang” atau “Hui Hui Jao”. Kemudian umat muslim dari berbagai etnis umumnya kemudian disebut Hui Hui sebagaimana Laksamana Chengho. Pada akhir Dinasti Ming dan awal Dinasti Qing (1616-1911), Islam disebut “Qingzhen Jiao”. Pada Periode Republik (1912-1949) disebut “Hui Jiao”. Setelah China Baru didirikan pada 1949, Islam disebut Islam dan dilarang menyebut istilah “Hui Jio”. Sejak saat itulah nama Islam sering digunakan di daratan China.
Teori pertama Islam masuk china dibawa para sahabat yang diutus oleh Nabi Muhammad salallahu’allaihi wassalam untuk berdakwah ke Negeri Tirai Bambu. Mereka di utus ke China merupakan misi Nabi untuk menyampaikan risalah Islam ke seluruh penjuru dunia. Para sahabat telah menggunakan perjalanan darat sebagai jalur dakwahnya. Di setiap mereka singgah, disitulah muncul pusat-pusat penempatan umat Islam. Oleh sebab itu, pengaruh dan perkemabangan Islam begitu cepat di sebelah barat negeri China dibandingkan dengan bagian timur.
Teori kedua, Islam masuk China melalui jalur perkawinan, kalau kita perhatikan dengan seksama bahwa wajah-wajah mereka sangat mirip dengan orang-orang Arab, Uzbekistan,Turki, Persia, Afganinstan, dan Pakistan. Wajah-wajah tersebut menunjukan bahwa mereka mempunyai darah campuran dengan masyarakat Timur Tengah dan Asia Tengah dengan muka yang putih kemerah-merahan dan hidung mancung.
Teori ketiga melalui jalur perdagangan lada. Jalur ini digunakan oleh saudagar Arab melalui jalur perairan. Para saudagar ini menjual hasil dagangannya di pelabuhan-pelabuhan yang terletak di selatan China terutama Bandar Canton. Bukti kedatangan pedagang Islam di China adalah berdirinya Masjid Guangzhou dan peninggalan batu nisan yang berukir dengan kaligrafi Arab.
Kebudayaan islam di China bernilai seni tinggi seperti kaligrafi dan arsitektur. Kesenian Islam mempunyai pengaruh yang besar bagi budaya dan peradabaan. Hasil Seni Kaligrafi pertama kali ditemui di Bandar Selatan China pada sebuah batu nisan dan kerajinan tangan. Salah satu seni arsitektur di China adalah Masjid Huanje, Masjid Tibet, dan Masjid Kaifeng. Masjid di China tidak mempunayai kubah. Akan tetapi, menyesuaikan dengan budaya daerah setempat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar