SITUS LIYANGAN
Magelang,
27 September 2025
Hari ini,
aku mengajak adikku untuk pergi ke sebuah situs peninggalan Mataram Kuno.
Namanya Situs Liyangan. Situs ini berada di Desa Liyangan, Kecamatan Ngadirejo,
Kabupaten Temanggung. Kurang lebih perjalanannya sekitar satu jam tiga puluh
menit dari rumah, menggunakan sepeda motor Vixion tua dengan kecepatan
rata-rata 60 km/jam.
Perjalanannya
sangat santai. Dengan bantuan Google Maps, aku sampai di tempat dengan selamat,
meskipun sempat salah jalan dua kali. Begitu sampai di sana, tempatnya sangat
indah, seindah desa di pegunungan pada umumnya. Letaknya dekat dengan Dieng dan
berada di bawah Gunung Sindoro. Warga desanya ramah-ramah, dan rumah-rumahnya
juga bagus-bagus. Sepertinya, desa yang makmur. Di atas desa terdapat
penambangan pasir; tidak terlalu besar sebenarnya, tetapi cukup besar untuk
tempat yang dulunya adalah situs candi.
Situs
candi itu bernama Liyangan, diambil dari nama tempat candi itu ditemukan.
Dengan luas sekitar dua hektar, situs kuno itu meninggalkan berbagai
peninggalan dari masa Mataram Kuno, seperti lingga, yoni, dan candi. Di sekitar
situs tersebut juga terdapat mata air yang sangat jernih. Tak heran jika tempat
ini menjadi pusat peradaban pada masanya.
Aku di
sana hanya sekitar satu jam. Suasana di sana sangat sepi; hanya ada satu
penjaga, aku, adikku, dan dua orang pengunjung lain. Situs ini memang kurang
terkenal. Baru ditemukan pada tahun 2008, lalu dilakukan ekskavasi dari tahun
2010 sampai sekarang. Tidak ada tiket masuk di sini. Uang parkir pun tidak aku
bayar sama sekali.
Setelah
mengelilingi situs ini cukup lama, aku memutuskan untuk melanjutkan perjalanan
ke Candi Purwosari dan... ya, aku lupa. Hehehehe.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar