Rabu, 10 April 2019

Inspirasi Bunda Maryam

Inspirasi Bunda Maryam

Kontributor : @rahayunengati
Diedit dan diselia oleh @gen.saladim

Maryam binti Imran, namanya diabadikan Allah menjadi salah satu surat dalam Al Qur'an. Kelahirannya punya makna akan kebesaran Allah. Kita semua mengenalnya sebagai sosok wanita yang suci, tanpa mempunyai pasangan Maryam —salamun 'alaiha— bisa memiliki keturunan. Ya..beliau adalah orang tua tunggal Nabi Isa alaihissalam. Namun tahukah kita tentang kisah di balik salah satu ayat di surat Maryam? Yang menceritakan tentang kelahiran Nabi Isa alaihissalam. Maka mari simak kisahnya dengan seksama.
.
Maryam kecil mengabdikan dirinya untuk menjaga rumah Allah,dalam pengawasan Nabi Zakaria. Suatu ketika Nabi Zakaria terkejut melihat banyak buah-buahan yang ada di hadapan Maryam, buah yang berasal dari negeri lain bahkan ada pula buah yang tumbuh tidak pada musimnya pun ada di hadapan Maryam. Bagaimana bisa buah-buahan itu ada?
.
Jawabnya, itu semua pemberian dari Allah berkat doa yang di panjatkan oleh Maryam. Seketika itu juga buah-buahan terhidang di hadapan Maryam, masyaallah. Betapa ia di karuniai doa yang mustajab di sisi Allah.
.
Menginjak usia remaja malaikat jibril menyampaikan kabar kepadanya bahwa kelak ia akan memiliki seorang putra
Allah SWT berfirman:
.
قَالَ اِنَّمَاۤ اَنَاۡ رَسُوْلُ رَبِّكِ ۖ لِاَهَبَ لَـكِ غُلٰمًا زَكِيًّا
.
"Dia (Jibril) berkata, Sesungguhnya aku hanyalah utusan Tuhanmu, untuk menyampaikan anugerah kepadamu seorang anak laki-laki yang suci." (QS. Maryam 19: Ayat 19)
.
Maryam terkejut mendengar hal itu,karena ia tidak menikah dan tidak pernah ada laki-laki yang menyentuhnya. Inilah awal dimana ujian Allah bermula untuk Maryam.
.
Waktu yang ditentukan tiba, Maryam mengandung atas seizin Allah. Ia mengasingkan dirinya ke tempat yang jauh hingga terlahirlah Nabi Isa ibnu Maryam. Perasaan takut akan pandangan kaumnya sempat ia rasakan sebelum kembali di tengah-tengah mereka.

Allah SWT berfirman:
.
فَاَجَآءَهَا الْمَخَاضُ اِلٰى جِذْعِ النَّخْلَةِ ۚ قَالَتْ يٰلَيْتَنِيْ مِتُّ قَبْلَ هٰذَا وَكُنْتُ نَسْيًا مَّنْسِيًّا
.
"Kemudian rasa sakit akan melahirkan memaksanya (bersandar) pada pangkal pohon kurma, dia (Maryam) berkata, Wahai, betapa (baiknya) aku mati sebelum ini, dan aku menjadi seorang yang tidak diperhatikan dan dilupakan."
(QS. Maryam 19: Ayat 23)

.
Coba kita resapi lebih dalam, doa yang di panjatkan Maryam ini menjadi satu-satunya doa dalam Al Qur'an yang berisi tentang memohon kematian pada Allah. Maryam merasa kehormatan dirinya lebih berarti ketimbang nyawa itu sendiri, maka ketika kehormatan itu sudah tidak di anggap ada di mata manusia lainnya ia lebih memilih mati. Tidak bisa di bayangkan betapa hebatnya derita yang di alami kala itu akibat perkataan buruk orang-orang yang akan ia terima. Ada kalanya manusia merasa depresi sehingga terlintas kengininan untuk mati.
.
Tak hanya sampai di situ, ketakutan Maryam juga membuatnya berharap untuk tidak diperhatikan dan dilupakan selamanya. Kata "Nasyam" berarti tidak diperhatikan, ia berharap tak ada yang mencari, tak ada yang menanyakan kabarnya sama sekali, bahkan berharap dirinya telah dianggap sudah mati.
.
Kata "Mansiyya" berarti bahwa ke depannya tidak akan ada yang mengingatnya lagi, benar-benar dilupakan untuk selamanya dari ingatan orang-orang yang akan datang. Betapa ayat ini menjelaskan pada kita bahwa Maryam juga manusia bisa, bisa merasakan sedih dan ketakutan terhadap perkataan orang. Namun Allah telah menetapkan sesuatu keputusan dan sebagai seorang hamba Maryam harus menghadapinya.
.
Sekembalinya ia ke sisi kaumnya, seketika itu juga mereka mengolok-olok Maryam. Ia di tuduh dengan berbagai macam fitnahan, di anggap telah berzina, di anggap membawa anak haram dan lain sebagainya. Tidak ada satupun wanita muslim yang bisa membayangkan akan dituduh sedemikian rupa.
.
Mengapa Allah berkehendak demikian? Apakah Allah melupakan Maryam? Justru sebaliknya, Allah berkehendak menjaga kesucian Maryam, Allah sandingkan namanya sebagai nama belakang yang mengikuti nama anaknya maka seringkali kita temui di Al qur'an bahwa ketika nama Nabi Isa di sebut maka nama Maryam tercantum di belakangnya yaitu Isa ibnu Maryam. Tidak ada dalam Al qur'an di sebutkan Muhammad bin Abdullah, Yusuf bin Ya'qub, hanya Nabi Isa yang di belakangnya selalu disebutkan pula nama orang tuanya. Masyallah..
.
Allah berusaha menunjukkan pada kita bahwa Nabi Isa memang tidak mempunyai ayah, Allah menunjukkan pada kita bahwa Maryam tetaplah sosok perempuan suci karena tak ada laki-laki yang menyentuhnya sekalipun ia melahirkan Nabi Isa.
.
Selain itu kisah Maryam juga menjadi pelajaran bagi seluruh perempuan setiap kali merasa dirinya di hina, di perlakukan buruk dan menderita mereka bisa mengingat sosok Maryam yang juga merasakan cobaan yang lebih dalam. Namun tetap Allah tinggikan derajatnya berkat keimanan, maka ketika musibah datang jangan pikirkan ucapan manusia terhadap kita. Tapi pikirkan ucapan Allah dan janji Allah buat hambanya.
.
Sedih dan ketakutan itu wajar kita rasakan, namun jangan sampai meninggalkan Allah dalam kehidupan.
.
Sumber : 1. Kajian Youtube Ust Nouman Ali Khan
                  2. @gen.saladin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

STASIUN TUNTANG

                                        STASIUN TUNTANG         Gemini berkata Senin malam, aku melanjutkan kunjunganku ke beberap...