Teladan dalam Kekhusyu'an; Abbad bin Bisyr ra.
Kontributor : @randika.fr
Diedit dan diselia oleh @gen.saladin
Abbad bin Bisyr, sebuah nama yang bersinar dan bercahaya dalam sejarah islam. Seorang anak muda yang dari wajahnya terpancar keindahan sikap menahan diri dan ketaqwaan kepada Rabbnya. Abbad bin Bisyr ikut serta dalam seluruh peperangan yang dipimpin oleh Rasulullah ﷺ, dalam setiap peperangan ia menunjukan sikap yang sejalan dengan dirinya sebagai pembawa al-Quran.
Salah satunya adalah apa yang terjadi manakala Rasulullah shollallahu alaihi wasallam pulang dari perang Dzatu ar-Riqa', saat itu kaum muslimin sedang singgah beristirahat di sebuah bukit pada malam hari.
Salah seorang dari kaum muslimin saat perang menawan seorang wanita dari wanita-wanita musyrikin yang sedang ditinggal suaminya, manakala suami wanita tersebut pulang, dia tidak menemukan istrinya, maka dia bersumpah dengan Latta dan Uzza (berhala-berhala kaum musyrikin) akan memburu Muhammad dan kawan-kawannya dan tidak akan kembali sebelum menumpahkan darah mereka.
Begitu kaum muslim mengistirahatkan kendaran-kendaraan mereka, Rasulullah ﷺ bersabda, “Siapa yang menjaga malam ini?” Maka Abbad bin Bisyr dan Ammar bin Yasir bangkit dan berkata, “Kami wahai Rasulullah.” Mereka berdua dipersaudarakan oleh Rasulullah manakala orang-orang Muhajirin datang ke Madinah.
Keduanya berjalan menuju ujung bukit, Abbad bin Bisyr berkata kepada saudaranya, Ammar bin Yasir, “Bagian mana yang kamu pilih untuk tidur, awalnya atau akhirnya?” Ammar menjawab, “Awalnya.”
.
Maka Ammar tidur tidak jauh darinya.
Abbad memandangi alam sekitar, ternyata malam itu begitu sunyi, tenang, damai dan tenteram; seakan bintang, pohon dan batu sedang bertasbih memuji Rabbnya dan menyucikan-Nya. Maka rindulah jiwanya untuk beribadah, membaca al-Qur’an dalam keadaan shalat.
Al-Quran yang paling manis baginya adalah manakala dia membacanya di dalam shalat, kenikmatan shalat menyatu dengan kenikmatan tilawah. Abbad menghadap kiblat dan mulai shalat, dia mulai membaca surat al-kahfi dengan suara yang syahdu dan lembut. Manakala ia sedang tenggelam dalam cahaya Ilahi yang menenangkannya tersebut, tenggelam dalam kemilau sinarnya, tiba-tiba suami wanita yang ditawan itu datang mengendap-endap.
.
Ia melihat sesosok laki-laki yang sedang berdiri, ia mengetahui bahwa laki-laki itu adalah penjaga kawan-kawannya yang sedang istirahat. Kemudian ia merogoh kantong anak panahnya, lalu membidik laki-laki yang terlihat berdiri itu dengan anak panah, hingga mengenainya.
Abbad langsung mencabutnya dari tubuhnya, shalatnya tidak terpengaruh, ia tetap membaca dan tenggelam dalam shalatnya.
.
Laki-laki musyrik itu mengirim anak panah yang kedua, tepat, dan tidak meleset, Abbad melakukan apa yang ia lakukan sebelumnya, mencabutnya dan terus tenggelam dalam apa yang ia lakukan. Panah ketiga pun dilepaskan dan ia pun mencabutnya seperti mencabut dua saudaranya sebelumnya. Kemudian ia ruku dan sujud.
.
Pada saat itu Abbad melangkah terseok-seok hendak membangunkan sahabatnya yang sedang tertidur. Kemudian berkata, “Bangunlah, luka-luka telah melemahkan kekuatanku.” Tatkala lelaki musyrik itu melihat keduanya, tahulah ia bahwa keduanya telah berniat untuk menangkapnya, maka ia pun mengambil langkah seribu.
.
Ammar yang tidur bangun dalam keadaan sangat terkejut, dia melihat rekannya yang tadi berjaga berlumuran darah. Darah merembes dari tiga luka tubuhnya bekas tusukan anak panah, ia berkata, “Subhanallah, mengapa kamu tidak membangunkanku ketika anak panah pertama melukaimu?”
.
Abbad menjawab, “Aku sedang shalat dan membaca sebuah surat, aku tidak ingin memotongnya sebelum aku menyelsaikannya. Demi Allah, kalau tidak takut melalaikan tugas yang dibebankan oleh Rasulullah kepadaku, niscaya kematianku lebih aku sukai daripada aku memutus sebuah surat yang sedang aku baca.”
.
Referensi:
1. Shuwar Min Hayat ash-Shahabah. Abdurrahman Ra’fat al-Basya
2. Ash-Haburrasul Shallallahu alihi wa sallam jilid 3. Syaikh Mahmud al-Mishri
5. @gen.saladin
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
STASIUN TUNTANG
STASIUN TUNTANG Gemini berkata Senin malam, aku melanjutkan kunjunganku ke beberap...
-
Generasi Shalahuddin @edgarhamas #TodayInHistory situs islamstory.com yang diasuh langsung oleh Dr Raghib Sirjani hari ini memberikan sa...
-
Candi Gedong Songo Magelang, 29 November 2025 Aku dan temanku mengunjungi Kabupaten Semarang. Tepatnya Candi Gedong Songo, tepat di bawah ka...
-
Temanggung Setelah dari Situs Liyangan, aku dan adikku mampir ke Masjid Agung Darussalam Temanggung. Di sana, aku melaksanakan salat Asar, l...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar