Kamis, 04 April 2019

Pembebasan Kota Mekkah

Pembebasan Kota Makkah

Bagaimana perasaanmu jika kamu terusir dari negerimu sendiri 10 tahun lamanya? Mereka yang mengusirmu, memanggilmu penyihir, dukun, orang gila, melemparimu dengan batu, menaruh kotoran unta ketika kamu ruku'.

Itulah yang dirasakan Rasulullah ﷺ beserta para sahabat Muhajirin. Makkah adalah kota yang amat mereka cintai, namun kecintaannya pada Islam membuat mereka harus sabar dan rela berkorban terusir dari negeri mereka sendiri. Walaupun begitu, ketika dakwah Islam sudah menyebar luas di Jazirah Arab dan Makkah terbebas, Rasulullah ﷺ sama sekali tidak mengungkit kenangan buruk yang pernah ia alami di Makkah.

"Pergilah kalian, kalian semua bebas", kata Rasulullah ﷺ pada orang-orang Makkah. Peristiwa Fathu Makkah tanggal 20 Ramadhan tahun 8 Hijriah bertepatan dengan 10 Januari 630 Masehi, adalah satu momentum paling megah tentang keadilan Islam. Sebagaimana dideskripsikan oleh Muhammad Natsir, "Islam itu jika besar tidak melanda, jika tinggi malah melindungi."

Bayangkan! Ada 10 ribu kaum Muslimin bersenjata lengkap, dipimpin oleh panglima-panglima besar memasuki Makkah. Sebenarnya mereka bisa saja membantai semua orang Musyrikin yang dulu pernah menyakiti Bilal dengan cambuk, yang dulu pernah memanggang Khabab dengan besi panas. Namun begitulah sejarah mencatat; Fathu Makkah adalah pembebasan paling manusiawi sepanjang masa.

Namun tetap, kebatilan tetaplah harus diberangus. Ada 360 berhala yang dihancurkan sampai menjadi serpihan-serpihan. Para sahabat mengapak patung-patung itu sembari berseru, “Kebenaran telah datang dan yang batil telah lenyap.” Sungguh, yang batil itu pasti lenyap. (Al Isra 81)

Di sini, mari berpikir sehat; Rasulullah dan Kaum Muslimin marahnya bukan karena diri mereka disakiti, melainkan karena Islam dihina. Jika nama mereka diejek, mereka tak ambil hati. Tapi jika seorang muslimah dizalimi karena keislamannya; gegerlah dunia melihat Umat paling lembut berubah menjadi sinyal tergagah.

Banggalah kawan, sejarahmu begitu memesona. Rasulullah ﷺ begitu nyata dan bukan fiksi, superhero sejati yang membuat kita tahu bahwa sebenarnya kitalah umat yang ditunggu dunia untuk memperbaiki bumi yang makin hari makin tercabik-cabik oleh tirani.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

STASIUN TUNTANG

                                        STASIUN TUNTANG         Gemini berkata Senin malam, aku melanjutkan kunjunganku ke beberap...