Sabtu, 08 Februari 2020

Pengepungan Bani Qainuqa'; Konfrontasi Pertama dengan Kaum Yahudi di Era Nubuwah

Kontributor : @mfarisabulkhair
Gen Saladin | @gen.saladin | t.me/gensaladin

Perang Badr merupakan konfrontasi bersenjata yang pertama antara orang-orang Muslim dan musyrik. Kemenangan Islam di Perang Badr merupakan hal yang begitu mengejutkan bangsa Arab kala itu. Bagaimana tidak, pihak yang diunggulkan dalam peperangan ini justru harus menelan pil pahit, sedangkan pihak yang diremehkan berhasil menang dengan begitu telak. Kabar kemenangan ini membuat kekuatan Umat Islam menjadi semakin mantap dan diperhitungkan.
.
Orang-orang Yahudi Madinah melihat kemenangan ini sebagai ancaman yang serius bagi posisi agama dan ekonomi mereka. Mereka mulai melanggar butir-butir perjanjian yang telah disepakati bersama Rasulullah ﷺ, kebencian mereka semakin menjadi-jadi dan semakin berani memperlihatkan permusuhan terhadap orang-orang Muslim.
.
Terdapat tiga suku Yahudi di Madinah, yaitu Bani Qainuqa', Bani Quraizhah, dan Bani Nadhir. Diantara ketiga suku tersebut, Yahudi Bani Qainuqa' lah yang paling dominan. Tokoh pimpinan mereka adalah Ka'b bin Al-Asyraf yang dikenal paling menonjol serta paling jahat. Bani Qainuqa' menetap di dalam Madinah, mereka dikenal sebagai pengrajin perhiasan, pandai besi, pembuat perkakas, dan bejana. Maka tak heran apabila banyak dari mereka yang lihai dalam membuat perlengkapan perang.
.
Mereka juga mempunyai 700 prajurit perang. Tak ayal, hal ini membuat mereka merasa paling pemberani diantara orang-orang Yahudi, maka mereka pun menjadi pelopor pertama yang melanggar perjanjian dari kalangan Yahudi. Mereka mengolok-ngolok, mengejek, berlaku lancang dan mengganggu orang-orang Muslim yang datang ke pasar mereka. Bahkan mereka juga mengganggu wanita-wanita Muslimah.
.
Karena tindakan mereka yang melampaui batas ini, maka Rasulullah ﷺ mengumpulkan mereka, memberi nasihat dan mengajak mereka kepada petunjuk, memperingatkan agar mereka tidak mencari permusuhan dan tidak sewenang-wenang. Tetapi peringatan dan nasihat ini hanya dianggap angin lalu saja. Bahkan mereka dengan sombongnya berkata, "Hai Muhammad, janganlah engkau terperdaya oleh dirimu sendiri, karena engkau telah berhasil membunuh beberapa orang Quraisy. Mereka adalah orang-orang bodoh yang tidak tahu cara berperang. Andaikan saja engkau berperang dengan kami, tentu engkau akan tahu bahwa kamilah orangnya. Engkau tentu belum pernah bertemu dengan orang-orang yang seperti kami." Jawaban Bani Qainuqa' ini jelas menunjukkan keinginan mereka untuk berperang.
.
Sikap yang ditunjukkan oleh Bani Qainuqa' menimbulkan keresahan di Madinah. Mereka sengaja mempersempit penghidupan penduduk Madinah. Puncaknya adalah disaat orang-orang Yahudi membunuh seorang pemuda Muslim yang berusaha membela wanita Muslimah yang sedang dilecehkan di pasar Bani Qainuqa'. Tentu saja perbuatan mereka tidak bisa dimaafkan. Pada saat itu kesabaran Rasulullah ﷺ sudah habis.
.
Setelah mengangkat Abu Lubabah bin Abdul Mundzir sebagai wakilnya di Madinah dan bendera diserahkan kepada Hamzah bin Abdul Muthalib, Rasulullah ﷺ beserta pasukan Islam bergerak menuju Bani Qainuqa'. Orang-orang Yahudi Bani Qainuqa' berusaha bertahan di benteng mereka, maka Rasulullah ﷺ dan pasukan Islam pun mengepung mereka secara ketat. Pengepungan ini berlangsung selama 15 hari, terhitung dari pertengahan Syawal 2 H hingga muncul hilal bulan Dzul-Qa'dah.
.
Lalu Allah memberikan pertolongan kepada pasukan Islam dan menghinakan orang-orang Yahudi dengan menyusupkan perasaan takut ke hati mereka, sehingga mereka memutuskan untuk "mengibarkan bendera putih" dan pasrah terhadap keputusan Rasulullah ﷺ terhadap diri mereka. Rasulullah ﷺ memerintahkan untuk menghabisi mereka, dan pasukan Islam siap melaksanakannya.
.
Tiba-tiba Abdullah bin Ubay bangkit memerankan sifat kemunafikannya. Dia mendesak agar Rasulullah ﷺ memaafkan orang-orang Yahudi itu, hingga akhirnya Rasulullah ﷺ mau memperhatikan apa yang dikatakan orang munafik ini. Karena desakan inilah Rasulullah ﷺ mau bermurah hati kepada mereka. Beliau memerintahkan orang-orang Yahudi Bani Qainuqa' meninggalkan Madinah sejauh-jauhnya, dan tidak boleh hidup bertetangga. Maka mereka pergi ke perbatasan Syam, dan tidak lama kemudian, banyak di antara mereka yang meninggal dunia.
.
Sementara itu, Rasulullah ﷺ menahan harta benda mereka. Rasulullah ﷺ mengambil tiga keping uang, dua baju besi, tiga pedang dan tiga tombak serta 1/5 harta rampasan. Salah seorang sahabat bernama Muhammad bin Maslamah di amanahkan untuk mengumpulkan semua harta rampasan perang kala itu.
.
Referensi:  Shafiyurrahman Al-Mubarakfuri, Syaikh (1997). Sirah Nabawiyah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

STASIUN TUNTANG

                                        STASIUN TUNTANG         Gemini berkata Senin malam, aku melanjutkan kunjunganku ke beberap...